18 September 2017

Sakramen Tahbisan

Sakramen Tahbisan


Sakramen Tahbisan


     Berkat Sakramen Pembabtisan semua orang diikutsertakan dalam imamat Kristus. Namun berkat Sakramen Tahbisan, orang beriman  “atas caranya yang khas mengambil bagian dalam imamat Kristus” dan “diarahkan satu kepada yang lain”, walaupun “berbeda dalam kodratnya” (LG 10), untuk mengembangkan  rahmat Pembaptisan; dalam penghayatan iman, harapan dan cinta; dalam hidup sesuai dengan Roh Kudus.   Sakramen Sakramen Imamat diterima oleh seseorang sekali seumur hidup. Dengan sakramen ini maka seorang manusia diangkat untuk mengabdikan hidupnya sebagai citra Kristus. Gereja menyatakan ini dengan berkata bahwa seorang imam, berkat Sakramen Tahbisan, bertindak “atas nama Kristus, Kepala” [in persona Christi capitis]. Menjadi konfigurasi Kristus selaku Kepala Gereja dan Imam Agung, serta menganugerahkan baginya kuasa, sebagai asisten uskup setempat, untuk merayakan sakramen-sakramen dan kegiatan-kegiatan liturgis lainnya, teristimewa Ekaristi.  Hanya uskup yang boleh melayani sakramen ini.

     Imamat ini adalah satu pelayanan. “Adapun tugas yang oleh Tuhan diserahkan kepada para gembala umat-Nya itu, sungguh-sungguh merupakan pengabdian” (LG 24). Ia ada sepenuhnya untuk Allah dan manusia. Ia bergantung seutuhnya dari Kristus dan imamat-Nya yang satu-satunya dan ditetapkan demi kesejahteraan manusia dan persekutuan Gereja. Sakramen Tahbisan menyampaikan “satu kuasa kudus”, yang tidak lain dari kuasa Kristus sendiri. Karena itu, pelaksanaan kuasa ini harus mengikuti contoh Kristus, yang karena cinta telah menjadi hamba dan pelayan untuk semua orang.

 Tiga Jenjang Tahbisan


     Pelayanan Gereja yang ditetapkan oleh Allah dijalankan dalam berbagai pangkat oleh mereka, yang sejak kuno disebut Uskup, imam, dan diaken” (LG 28). Ajaran iman Katolik yang dinyatakan dalam liturgi, dalam magisterium dan dalam cara bertindak Gereja yang berkesinambungan, mengenal dua jenjang keikutsertaan dalam imamat Kristus: episkopat dan presbiterat. Diakonat mempunyai tugas untuk membantu dan melayani mereka. Karena itu istilah “sacerdos” dalam pemakaian dewasa ini menyangkut Uskup dan imam, tetapi bukan diaken. Meskipun demikian ajaran iman Katolik mengajarkan bahwa ketiga jenjang jabatan – kedua jenjang imamat (episkopat dan presbiterat) dan jenjang jabatan pelayanan (diakonat) – diterimakan oleh satu kegiatan sakramental, yang dinamakan “penahbisan”, artinya melalui Sakramen Tahbisan.

     Pentahbisan uskup merupakan kegenapan sakramen Imamat.  Menjadikannya anggota badan penerus (pengganti) para rasul, dan memberi misi untuk mengajar, menguduskan, dan menuntun, disertai kepedulian dari semua Gereja.

     Orang-orang yang berkeinginan menjadi imam dituntut oleh Hukum Kanonik (Kanon 1032 dalam Kitab Hukum Kanonik) untuk menjalani suatu program seminari yang selain berisi studi filsafat dan teologi sampai lulus, juga mencakup suatu program formasi.



Kembali ke Sakramen- Sakramen Gereja Katolik


Sumber  santoyosephpalembang.or.id

13 September 2017

Mukjizat Doa Bersama Santa Cecilia

Mukjizat Doa Bersama Santa Cecilia

Mukjizat Doa Bersama Santa Cecilia


Pemusik : Santa Cecilia


    Cecilia adalah seorang gadis bangsawan Romawi. Di masa mudanya, ia telah mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan. Sebuah tantangan harus dihadapinya ketika sang ayah menikahkannya dengan seorang bangsawan yang bernama Valerian. Valerian, sang suami yang dipilh oleh ayahnya berbeda sekali dengan dirinya sebagai seorang Kristiani. Valerian adalah seorang penyembah berhala yang tidak mempercayai adanya Tuhan.

     Ketika pesta pernikahan berlangsung dan semua orang bersuka ria serta menari dalam pesta itu, Cecilia yang cantik duduk menyendiri. Di dalam hatinya, ia melambungkan mazmur kepada Tuhan dan berdoa memohon pertolongan-Nya. Ia tidak mau mengingkari janjinya kepada Pengantin Surgawinya.

     Legenda menceritakan bahwa sebuah alunan musik dimainkan pada saat pesta perkawinan mereka berdua, Cecilia menyanyikan sebuah lagu cinta untuk Tuhan, pasangannya yang sebenarnya.
 

Doa Bersama Santa Cecilia


Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; pertiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! (Mzm 33:3)

     Ya Allah, di dunia ini begitu banyak orang yang berlomba menciptakan karya mereka dalam bentuk musik dan lagu, untuk menghibur banyak orang. Di kalangan Gereja, begitu banyak umat yang berusaha memberikan yang terbaik dalam memuji nama-Mu dalam bentuk musik dan lagu. Pada saat ini kami berdoa kepada-Mu, bersama dengan Santa Cecilia, pelindung para pemusik.

     Ya Santa Cecilia, kami mohonkan doamu agar kami dapat mengembangkan bakat seni kami dengan inspirasi dari Tuhan. Mohonkanlah kepada Tuhan agarmenuntun dan memberi kekuatan dalam diri kami untuk terus berkarya. Semoga semakin banyak orang terhibur dan menangkap nilai-nilai cinta kasih dalam setiap karya-karya kami. Demi Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.
        
Bapa Kami ..... Salam Maria ..... 3x Kemuliaan ....


Kembali Ke Mukjizat Doa Bersama Santo Santa 

11 September 2017

Gua Maria Tritis - Paroki St. Petrus Kanisius

Gua Maria Tritis - Paroki St. Petrus Kanisius, Dsn. Bulu, Ds. Giring, Kec. Paliyan, Kab. Gunung Kidul - Wonosari.

Gua Maria Tritis - Paroki St. Petrus Kanisius, Dsn. Bulu, Ds. Giring, Kec. Paliyan, Kab. Gunung Kidul - Wonosari.


Gunungkidul tidak hanya mempunyai tempat wisata alam seperti yang terkenal selama ini seperti wisata pantai, pegunungan, air terjun dan juga wisata Embung Namun ternyata Gunungkidul juga menyimpan tempat wisata religi.

Wisata Religi umat Katolik ini bernama Gua Maria Tritis atau GMT Gunungkidul. Goa Maria Tritis ini adalah tempat ziarah dan tempat berdoa bagi umat Katholik.

Goa Maria Tritis ini masuk dalam Gereja Paroki Wonosari yang merupakan Paroki terbesar di kabupaten Gunungkidul.

Goa Maria Tritis ini terletak di dusun Bulu, desa Giring, kecamatan Paliyan, kabupaten Gunungkidul. Titik Koordinat GPS Goa Maria Tritis Gunungkidul -8.082553,110.556561

Dari kota Yogyakarta Goa Maria Tritis ini berjarak kurang lebih 60km dan dapat di tempuh dengan kendaraan pribadi kurang lebih 1 jam 30 menit.

Goa Maria Tritis ini Berada di dekat Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan Sekaligus Jalur Wisata Pantai Baron dan Sekitarnya.

Ada Dua Rute Menuju Goa Maria Tritis


Rute Pertama

Yogyakarta > Ringroad jalan Wonosari > perempatan Sampaan > kids fun > pertigaan Piyungan > Bukit Bintang > Patuk > Sambi pitu > Hutan Bunder > Gading (lapangan terbang) > Pertigaan setelah Lapangan Terbang belok kiri > Playen > Tugu selamat datang Wonosari > Siono ( bundaran ) > lurus saja melalui kota wonosari > Pemda Gunungkidul > Pasar Wonosari > ada pertigaan kedua belok kanan menuju jl.baron > Karang rejek > mulo > Kemadang > lihat plakat (ada pertigaan ambil arah ke Goa Maria Tritis) > ada Pertigaan tepatnya di tanjakan belok kanan kemudian masuk di Jalur Lintas Selatan > sekitar 2km lihat Kanan jalan sampai di parkiran > Goa Maria Tritis.

Rute ke Dua


Yogyakarta > jl. Wonosari. > Piyungan > bukit bintang > Patuk > Sambipitu > Gading (setelah Lapangan Terbang ada pertigaan ambil ke arah kanan ) > Pasar Playen > Kecamatan Playen > ambil arah menuju Paliyan > Pasar Paliyan ke selatan > Poslapur TNI lurus saja > Sampai di Pertigaan pasar Trowono ambil arah kiri > masuk Jalur JJLS > Singkil > lihat kiri jalan sampai di parkiran > Goa Maria Tritis.

Kembali Ke Daftar Gua Maria Di Indonesia

08 September 2017

Sakramen Pengakuan Dosa

Sakramen Pengakuan Dosa

Sakramen Pengakuan Dosa


Sakramen pengampunan dosa atau rekonsiliasi adalah salah satu dari dua sakramen penyembuhan (KGK 1423–1424). Sakramen ini adalah sakramen penyembuhan rohani dari seseorang yang telah dibaptis yang terjauhkan dari Allah karena telah berbuat dosa.

Dosa adalah perbuatan melawan cinta kasih Tuhan dan sesama. Setiap dosa berarti manusia menjauhkan diri dari Tuhan. Dosa dilakukan secara sadar, dengan sengaja (diinginkan), dan dalam keadaan bebas, akan berakibat merugikan orang lain dan drinya sendiri serta merusak hubungan dengan Tuhan. Akibat dosa, manusia kehilangan rahmat Allah yang pernah ia terima dalam sakramen baptis.  Dosa ikut mengotori kesucian Gereja Kristus. Relasi dengan sesama pun ikut rusak. Jika seseorang bertobat maka, ia pun berdamai kembali dengan Allah, Gereja, dan sesama.

Gereja melalui mereka yang memiliki kuasa para rasul, menjadi saluran rahmat pengampunan dan pendamaian Allah dalam sakramen pengakuan dosa atau sakramen tobat. Yang dituntut dalam sakramen tobat bukan sekedar rasa sesal dan air mata, melainkan “metanoia” atau perubahan hati dan seluruh sikap hidup. Yang diminta Allah dari manusia adalah niat baik dan usaha pertobatan yang dilakukan manusia. Allah selalu siap menerima orang yang bertobat.

Langkah-langkah pertobatan seseorang:

1) Menyadari dan mengakui dosa
2) Menyesali dosa
3) Berniat untuk tidak berbuat dosa lagi
4) Mohon ampun
5) Mau menghidupi cara hidup yang baru

Lihat Tata Cara Penerimaan Sakramen Tobat

Kembali ke Sakramen- Sakramen Gereja Katolik

01 September 2017

Mukjizat Doa Bersama Santo Barnabas


Mukjizat Doa Bersama Santo Barnabas

Mukjizat Doa Bersama Santo Barnabas


Perdamaian : Santo Barnabas


    Barnabas dikenal luas karena hubungannya dengan Paulus. Di Antiokia, Barnabas mangajar umat tentang Kristus yang hidup dan meneguhkan mereka dengan teladan hidupnya yang saleh. Selama berada di sana ia berhasil mempertobatkan banyak orang dan selalu meminta merka agar tetap setia kepada Tuhan. Setelah itu ia ke Tarsus untuk menemui Paulus. Srtelah bersua dengan Paulus, mereka kembali ke Antiokia.

     Dalam misi pertama penyebaran Injil di Asia kecil itu, mereka mempertobatkan banyak orang. Tetapi sebaliknya mereka pun mengalami banyak penderitaan demi Injil Kristus. Karena umat baru dari bangsa-bangsa bukan Yahudi itu dirisaukan oleh anggota-anggota umat yang dipimpin Yakobus, maka umat Antiokia mengutus Barnabas dan Paulus ke Konsili Yerusalem (tahun 49/50).
 

Doa Bersama Santo Barnabas


Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan .... (Mat 5:25)

     Ya Santo Barnabas, engkau mengalami kehidupan damai bersama Bapa di Surga. Perjuanganmu bersama Santo Paulus, ketika masih berkarya, sungguh mengagumkan.

     Kami datang kepadamu ya Santo Barnabas, berdoalah bagi kami, mohon kedamaian dan cinta, Kami menawarkan tanda damai pada saat yang penting dan mendesak, sebagaimana yang engkau lakukan dengan Santo Paulus. Doakanlah kami agar melakukan yang benar, bukan apa yang mudah. Selalu berkata benar, jujur dan tulus sehingga kebenaran pun terjadi, bukan kepalsuan semata. Sebab hal yang mudah belum tentu benar kami lakukan.

     Satukan harapan kami unuk selalu membawa perdamaian kepada siapapun yang kami jumpai dalam kehidupan ini. Damaikanlah orang-orang yang sedang bertengkar, satukan mereka yang terpisah karena pertengkaran. Demi Kristus Tuhan kami.  Amin.
        
Bapa Kami ..... Salam Maria ..... 3x Kemuliaan ....


Kembali Ke Mukjizat Doa Bersama Santo Santa