23 August 2014

Renungan Hari sabtu 23 Agustus 2014


Renungan Hari sabtu 23 Agustus 2014

Pelayanan Kasih


Jika Anda berada dalam posisi bawahan, murid, karyawan, pegawwai, atau rakyat sipil, bagaimana pendapat Anda ketika mengalami pemimpin, guru, bos, koordinator dan ketua Anda hanya banyak omong tanpa mau memberi contoh? Dengan kata lain, bagaimana pendapat Anda ketika ada orang lain hanya 'Jarkoni' (iso ujar ora iso nglakoni = bisa bicara tapi tidak bisa berbuat)? Jawabannya bisa saja beragam. Di satu sisi mungkin Anda akan cuek saja dan yang penting tunaikan tugas sebaik-baiknya (prinsip ABS, Asal Bapak Senang). Di sisi lain, mungkin Anda termasuk orang yang tidak terima melihat mereka hanya berpangku tangan di balik meja. Apapun jawaban Anda, Yesus memberi gambaran ideal seorang pemimpin dan bagaimana kita menyikapi para pemimpin.

Hari ini, Yesus mengecam para ahli Taurat dan orang Farisi. mereka dipandang Yesus sebagai para pemimpin yang hanya mengajar tanpa mau melakukan yang diajarkan. Bahkan ketika mereka berbuat sesuatu pun semata-mata demi pamor, kehormatan buta, pujian dan dijunjung tinggi. Mereka memberi beban tanpa mau menyentuhnya. Sikap kepemimpinan seperti ini membuat Yesus angkat bicara.

Yesus menekankan kepemimpinan yang penuh pelayanan. menjadi pemimpin, tidak hanya berkoar-koar, dan melulu memberi tugas, menghimbau, memerintah, menuntut dan mendikte bawahan. Menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan, merangkul, menghormati, peduli. Menjadi pemimpin yang melayani berarti memberi kontribusi dan perubahan yang baik, memberi yang terbaik bagi orang lain. menjadi pemimpin yang melayani berarti juga berbuat sesuatu yang tulus tanpa mengharapkan pujian, sanjungan, pamor.  Bagaiman dengan kita? mari bermenung!

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon