26 September 2014

Renungan Hari Minggu 28 September 2014

Renungan Hari Minggu 28 September 2014, Renungan Harian, Santo Katolik Berjuang sampai Akhir

    Seorang Uskup bermain tenis meja melawan Vikjennya. Permainan sudah berlansung berulang kali dan Uskup selalu kalah, sementara hari semakin senja. Vikjen lalu mengerti kalau Uskup kalah lagi maka permainan akan terus berlangsung sampai malam karena Uskup tidak mau berhenti sebelum beliau menang. Maka pada set berikutnya Vijen mengalah dan membiarkanUskup menang, dan persis seperti yang dipikirkan Vikjen, Uskup lalu menghentikan permainan. Dalam perjalanan kembali ke keuskupan. Uskup dengan tersenyum berkata pada Vikjennya, "supaya diingat , yang dihitung hanya yang terakhir Ya!"
    Yehezkiel pun seolah mau mengatakan bahwa Tuhan Allah juga menghitung yang terakhir. Terhadap orang-orang, kasih yang dihitung Tuhan adalah penyesalan dan pertobatan mereka yang biasanya terjadi pada saat terakhir.

    Tuhan kita Yesus juga memberi perumpamaan bagaimana akhirnya orang yang menolak perintah Allah akhirnya menyesal lalu bertobat dan hidup sesuai dengan sabda Tuhan. Sementara mereka yang menganggap diri sudah menanggapi sabda Tuhan dengan jawaban lisan "Ya", ternyata tak pernah berjuang sampai akhir.

    Teladan Tuhan kita Yesus Kristus yang berjuang sampai akhir untuk senantiasa taat dan setia pada Bapa-Nya, senantiasa mencintai kita tanpa akhir, hendaknya menjadi acuan bagi kita untuk juga mampu setia dan taat pada Allah dan mencintai sesama sebagaimana Yesus telah mencintai mereka dan kita.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon