29 September 2014

Renungan Hari Rabu 1 Oktober 2014


    Kita semua pernah menjadi anak kecil. Itu pasti, tidak bisa disangkal. Tapi apakah kita semua suka bergaul dengan anak kecil? Mungkin tidak semua. Suka bergaul dengan anak kecil merupakan salah satu sarana yang baik untuk mengerti tingkah laku anak kecil. Hari ini, Yesus menjadikan anak kecil sebagai sarana untuk mengajarkan tentang Kerajaan Surga. Maka pantas jika orang yang tidak suka bergaul dengan anak kecil, akan sulit mengerti pemaparan Yesus dalam hal ini.

    Yesus menggunakan dua hal dari anak kecil: pertama, tentang pertobatan dan kedua, tentang merendahkan diri. Keduanya oleh Yesus disandingkan dengan "menjadi seperti anak kecil". Tipe pertobatan dalam diri anak kecil adalah pertobatan yang tulus, segera berlalu, dan tidak ada dendam. Bertobat berarti berbalik kepada Allah, tidak lagi mengulangi kesalahan. Sebagaimana anak kecil, kita mesti bertobat. Kita segera mengakui kesalahan dan dosa, tidak membiarkan berlarut-larut dan menunda-nunda. Sebab anak kecil gampang bertobat dan melupakan kesalahanterhadap yang lain.

    Tipe berikutnya ialah merendahkan diri.Tipe ini telah ditunjukkan oleh Yesus. Ia relamerendahkan diri dengan menjadi manusia. Ia tidak membiarkan diri-Nya dalam kemuliaan melulu, tetapi justru Ia datang menjadi anak manusia. Sebagaimana anak kecil yang tidak takut menanggung resiko. Yang berbeda ialah kesiapsediaan Yesus menanggung resiko (hingga mati disalb) adalah demi keselamatan manusia.

    Saudara-saudari yang terkasih, bagaimana dengan kita sekarang? Mari melihat dan memperhatikan anak kecil di sekitar kita dan mengambil sisi pertobatan dan sikap merendahkan diri. Mari kita bawa permenungan ini kepada Yesus yang selalu mengajak kita untuk bertobat dan yang telah memberikan contoh hidup-Nya. Mari bermenung!

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon