Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

15 September 2014

Renungan Hari Rabu 17 September 2014

Renungan Hari Rabu 17 September 2014, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Rabu 17 September 2014


Ketertutupan Hati


    Setelah Yesus membangkitkan anak muda di Nain, Injil Lukas hari ini mengisahkan perjumpaan Yesus dengan orang banyak. Sebelumnya Yesus telah menjelaskan bahwa Yohanes datang untuk menyiapkan kedatangan-Nya. Yesus menegaskan bahwa kedatangan Yohanes sudah direncanakan Allah. Namun orang-orang Farisi dan Ahli Taurat menolak akan penjelasan Yesus. Mereka tidak percaya bahwa kedatangan Yesus dan Yohanes telah direncanakan Tuhan. Ketidakpercayaan itu membuat Yesus heran. Yesus heran tentang keadaan orang-orang itu. Ia pun sulit untuk mengumpamakan angkatan mereka.

    Kesulitan Yesus untuk mewartakan kabar Gembira kepada orang farisi dan Ahli Taurat dikarenakan ketertutupan hati mereka terhadap kabar gembira. Mereka masih ragu-ragu akan pewartaan Yesus. Bahkan mereka menilai kehidupan Yesus dan Yohanes dari sudut pandang negatif. Hal itu tampak pada perkataan Yesus, "Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa" (Luk 7:33-34). Ketertutupan hati akan sampai pada penilaian yang keliru.

    Saudara-saudari yang terkasih, bacaan Injil hari ini mengajak kita agar kita mau membuka hati terhadap pewartaan Yesus. Pewartaan itu kini diteruskan kepada kita lewat Kitab Suci. Selain itu kita juga diajak untuk menuntun orang lain agar mereka dapat sampai kepada kehendak untuk membuka hati akan pewartaan Allah. Mampukah kita menerima tugas ini? Selamat bermenung.

Ya Tuhan, bantulah aku untuk membuka hati atas pewartaan-Mu. Amin.

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon