10 October 2014

Renungan Hari Minggu 12 Oktober 2014

Renungan Hari Minggu 12 Oktober 2014, Renungan Harian, Santo Katolik Undangan Perjamuan Tuhan

    Saudara-saudari yang terkasih, dengan mudah kita bisa mengenal kerajaan Allah melalui perumpamaan yang disampaikan Yesus. Dengan gamblang Yesus menerangkan tentang perjamuan makan bersama. Tuan rumah, menggambarkan Bapa di surga, menyediakan segala sesuatu berhubungan dengan perjamuan nikah: Tempat yang cukup, makanan yang lengkap, roti, sayur, lauk yang berlimpah-limpah. Singkat kata, pesta yang mewah sudah siap sedia. Tinggal menunggu para undangan datang.

    Tuan rumah mengundang semua orang terpilih untuk mengikuti pesta yang diadakannnya. Memang bagi undangan ada kebebasan untuk datang atau tidak datang ke pesta itu, tidak ada kewajiban. tetapi, tentu saja tuan rumah sebenarnya sangat mengharapkan kedatangan para undangan. Tuan rumah ingin berbagi kegembiraan bersama teman-teman, handai taulan. Mungkin karena dianggap bebas untuk datang atau tidak, para undangan mencari-cari alasan atau berdalih tidak menghadiri pesta itu. Tapi tuan rumah tetap merasa bahwa pesta tetap harus berlangsung. Dipanggilah siapa saja yang dijumpai untuk bisa datang ke pesta.

    Saudara-saudari yang terkasih, gambaran tentang perjamuan nikah mengajak kita terlibat dalam pesta. Kita diundang Bapa untuk datang ke Perjamuan Tuhan. Dengan bebas kita datang ke pesta bahkan kita berangkat dengan sukacita. Mengapa? Nama kita disebut dalam undangan. Bapa mengenal kita satu persatu. Kita datang ke pesta dengan pakaian pesta. Kita berjumpa dengan tuan rumah, dengan mempelai, mengungkapkan kegembiraan bersama. Bapa juga senang karena kita datang. Kita menikmati suasana pesta dengan hidangan berlimpah. Kita bercakap-cakap dengan siapa saja yang kita jumpai dalam pesta itu, bahkan, ketika pulang pun kita masih membicarakan pesta itu.

    Pada zaman sekarang perjamuan itu adalah Ekaristi. Mari Ekaristi kita jadikan sumber dan puncak kehidupan beriman kristiani.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon