24 October 2014

Renungan Hari Minggu 26 Oktober 2014

Renungan Hari Minggu 26 Oktober 2014, Renungan Harian, Santo Katolik Mencintai Tuhan dengan Seluruh Hidup

    Saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan, tubuh kita terdiri dari banyak unsur. Ada yang membedakan tubuh kita sebagai jiwa dan raga. Jiwa menjadi nyawa yang menghidupkan raga. Dunia kesehatan mengatakan mensana in corpore sano, dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat juga. Ada juga ahli yang mengutarakan bahwa kita terdiri dari badan, jiwa dan roh. roh menjadi anasir yang tidak bisa mati, yang akan kembali kepada sang Roh. Ada juga ahli yang melihat manusia terdiri dari otak atau akal budi, kehendak dan emosi. Seseorang dikatakan sehat kalau terdapat keseimbangan ketiganya. Yesus pada masa-Nya sudah melihat diri manusia dengan berbagai bagian atau unsur. Ketika mengajarkan tentang bagaimana idealnya kita mengasihi Allah. Dia mengatakan agar kita mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi. Artinya kita mengasihi Allah dengan seluruh hidup. Secara utuh kita mengasihi Allah. Itulah hukum yang terutama. Tidak bisa kita hanya mengatakan mengasihi Allah tetapi kita tidak menghidupinya. Itu artinya omong saja (doang) atau omong kosong. Apakah artinya kita memilikiiman atau kepercayaan kalau itu tidak dimunculkan. Apakah artinya perayaan yang hebat meriah kalau itu bukan karena iman atau kalau itu tidak dihayati.

    Maka Yesus mengajak kita untuk memilikiiman kepercayaan (lex credendi). Iman itu kita rayakan dalam liturgi (lex orandi) dan itu semua dihidupi dalam penghayatan sehari-hari (lex vivendi). Kasih kepada Allah itu harus kelihatan dalam kasih kepada sesama kita. Kalau kita mengatakan mengasihi Allah, maka kita harus mengasihi sesama kita. Tidak bisa kita hanya mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama.  Bisa jadi ada paham tertentuyang mengajarakan bahwa cukup mengasih sesama, tidak perlu mengasihi Allah yang tidak kelihatan (sosialis, humanis). Yesus mengajak kita menjaga keseimbangan.

Lentera Batin

1 komentar so far

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon