18 October 2014

Renungan Hari Senin 20 Oktober 2014

Renungan Hari Senin 20 Oktober 2014, Renungan Harian, Santo Katolik Sarana Rahmat

    Nyoman merasa senang. Hari ini, ia akan menerima gaji (upah) dari jerih payahnya selama 10 hari. Di sisi lain, Nyoman merasa bingung. Ia ingin membelanjakan uangnya itu untuk memperindah diri. tetapi suara hatinya berkata lain. Ia diminta untuk memberikan sedikit uangnya itu kepada mereka yang berkekurangan sebagai ucapan syukur.

    Umat Allah yang terkasih, manusia itu adalah makhluk pekerja. Manusia perlu bekerja untuk memperoleh hasil. Hasil itulah yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Berbicara tentang hasil, ada orang yang diberi lebih dan ada juga orang yang diberi cukup. Ukuran besar atau kecilnya hasil yang diterima berdasarkan dari kebutuhan-kebutuhan hidup, bukan karena keinginan pribadi. Mari kita renungkan lebih dalam tentang perbedaan hasil ini. Sebenarnya, ada tujuan apa dibalik perbedaan hasil ini? Apa maksud Allah? Kuncinya adalah SOLIDARITAS. Kenyataan ada orang miskin dan ada orang kaya dijadikan sarana Allah untuk menumbuhkan rasa solidaritas antara sesama manusia. Manusia dijadikan alat atau sarana rahmat Allah bagi sesamanya yang lain. Semua orang, baik kaya atau miskin, dituntut untuk berbagi. Apa yang dimiliki manusia bukan semata-mata diperoleh dari jerih payahnya tetapi dari anugerah Allah.

    Sebagai pengikut Kristus, mari kita sadar diri. Mari kita jadikan kisah si kaya yang bodoh sebagai pelajaran. Sudahkah saya mengucap syukur kepada Allah atas pemberian-Nya? Sudahkah pemberian itu saya bagikan kepada sesama yang berkekurangan? Sadarlah, kita itu SARANA RAHMAT.
 
Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon