28 November 2014

Renungan Hari Senin 1 Desember 2014

Renungan Hari Senin 1 Desember 2014, Renungan Harian, Santo Katolik Renungan Hari Senin 1 Desember 2014

Meneladani Perwira Kapernaum

    Saya mengajak para pembaca untuk mengawali petualangan hari ini dengan merenungkan perkataan perwira Kapernaum, "Ya Tuhan saya tidak pantas menerima kedatangan Tuhan tetapi bersabdalah saja, maka hambaku akan sembuh!" Renungkanlah kata-kata indah itu selama beberapa menit. Coba ulangi secara perlahan-lahan. Mari lakukan!

    Saya akan membagikan hasil permenungan saya. Ketika saya mengulang-ulangi dan merenungkan kata-kata itu, apalagi saya hubungkan dengan Perayaan Ekaristi, saya merasakan kegembiraan yang luar biasa. Apa yang membuat saya bergembira? Semua beban hidup, saya letakkan  di hadapan Tuhan bersama kata-kata yang bisa disebbut juga sebagai doa itu. Doa yang bernada ketidakpantasan itu merenggut semua beban hidup. Saya dijadikan seperti sebuah gelas yang siap diisi. Bagaiman dengan permenungan para pembaca?

    Umat Allah yang terkasih, kurang lebih permenungan seperti itulah yang membuat Yesus merasa heran. Ia heran karena permenungan seperti itu ditemukan dalam diri seorang perwira Romawi, bukan pada salah seorang dari bangsa Israel. Sebagai tuan, perwira itu tidak menempatkan diri di atas hambanya. Bahkan ia tahu bagaimana "rasanya" menjadi seorang bawahan. Ia menempatkan diri sebagai tuan yang mengerti bukan tuan yang sewenang-wenang.

    Apa yang bisa kita pelajari. Yesus ingin mendobrak pandangan sempit bangsa Israel. Status sebagai bangsa terpilih tidak menjamin perolehan keselamatan dari Allah. Keselamatan tidak didapat dengan menunggu tetapi dengan mengusahakannya. Sama seperti kita orang-orang Kristiani. Baptis memang menjamin rahmat keselamatan. Namun, jaminan memperolehnya diberikan hanya kepada setiap pribadi yang mau menerimanya. Bersediakah kita membuka hati untuk menerima rahmat itu dan membagikannyakepada sesmam? Mari meneladali iman perwira Kapernaum!
 
Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon