01 December 2014

Renungan Hari Kamis 4 Desember 2014

Renungan Hari Kamis 4 Desember 2014, Renungan Harian, Santo Katolik Renungan Hari Kamis 4 Desember 2014

Fondasi Iman

    Menjadi orang katolik berarti beriman kepada Kristus. Iman merupakan jawaban positif terhadap Allah karena pada dasarnya iman selalu mendorong manusia pada jalan keselamatan yang diwartakan oleh Allah. Dalam iman, terdapat dialog antara Allah dan manusia. Allah menyatakan diri-Nya melalui wahyu dalam sabda-Nya dan manusia menanggapinya dengan iman.

    Seorang lelaki tua dengan pakaian kumalnya berdiri memandangi sebuah gedung bertingkat. Ia berkata dalam hatinya "Dua puluh tahun yang lalu, gedung megah ini pernah menjadi milikku. Di dalam gedung itu pula aku pernah merengkuh kebahagiaan bersama istri dan anak-anakku tercinta. Namun sayang, istriku telah menghianatiku dan meninggalkanku. Ia lari bersama pria idaman lain. Kini aku tidak punya siapa-siapa lagi selain Tuhan yang tinggal dalam hatiku. Dia selalu membantuku, menuntunku, dan menopangku ketika aku jatuh. Jadi aku tidak pernah sendirian untuk mengarungi hidup ini karena aku masih punya Tuhan, satu-satunya milikku yang sangat berarti."

    Orang bijaksana akan mendirikan rumahnya di atas batu yang kokoh. Sedangkan orang bodoh akan mendirikan rumahnya di atas pasir. Batu memiliki sifat kokoh, kuat, dan sulit untuk digulingkan. Oleh sebab itu, batu dipakai sebagai fondasi. Sementara pasir adalah gambaran dari kerapuhan, biasanya pasi akan hilang lenyap begitu saja, ketika datang air untuk menghempasnya.

    Bapak, ibu, dan saudara-saudari apakah kita sudah memiliki fondasi iman yang kokoh? Iman yang kokoh yang didirikan di atas batulah yang seharusnya kita miliki untuk menghadapi setiap masalah, kesulitan, dan penderitaan dalam kehidupan kita. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak gampang menyerah dan putus asa ketika cobaan itu datang menimpa hidup kita. Mari kita menimba rahmat untuk  memliki fondasi iman yang kokoh dalam hidup ini, agar segala macam tantangan yang datang dapat kita halau dengan kekuatan iman kita. Kita berpikir dan berdiam diri.
 
Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon