07 December 2014

Renungan Hari Rabu 10 Desember 2014

Renungan Hari Rabu 10 Desember 2014, Renungan Harian, Santo Katolik Renungan Hari Rabu 10 Desember 2014

Kuk

    Para petani tradisional membajak sawah mereka menggunakan alat tradisional. Kebanyakan dari mereka menggunakan hewan peliharaan, seperti sapi atau kerbau untuk menarik bajak tradisional itu. Bajak tradsional yang biasanya berbentuk seperti buah belimbing, dikaitkan pada dua batang kayu panjang di kedua sisinya. Di ujung kayu panjang yang lain diperlukan kuk untuk penyangga di pundak hewan yang akan menariknya. Segala beban dari bajak itu menumpuk di kuk yang dipasang di pundak hewan yang menarik bajak itu.

    Kuk dalam bacaan hari ini (Mat 11:29), merupakan kiasan yang lazim digunakan di antara para nabi Yaudi. Kuk di sini sering dirangkai dengan kata "hukum Taurat" (Kuk hukum Taurat). "Kuk hukum Taurat" dalam bacaan hari ini dihubungkan dengan hikmat yang bebannya ringan dan menyenangkan. Kalimat ini kemudian dilanjutkan dengan perkataan Yesus, "Aku Lemah Lembut". Sifat ini lazim digunakan dalam Perjanjian Lama. Yesus menunjukkan diri sebagai Guru Hikmat yang lemah lembut bagi banyak orang yang dihadapi-Nya.

    Mengikuti Yesus pasti memiliki "Kuk" yang harus dipikul. Namun Yesus menunjukkan bahwa "Kuk" untuk orang yang mengikuti Dia adalah "Kuk" yang ringan dan menyenangkan. Sudahkah kita merasakan nikmah dari "Yang Lemah Lembut" itu? Ataukah kita hanya menjadi pengikut yang tidak merasakan kelemahlembutan-Nya? Selamat bermenung!

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon