Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

20 January 2015

Renungan Hari Jumat 23 Januari 2015

Renungan Hari Jumat 23 Januari 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Jumat 23 Januari 2015


Panggilan


    Panggilan merupakan anugerah yang dipercayakan oleh Tuhan dalam kehidupan manusia. Semua orang memperoleh panggilan dari Tuhan. Panggilan itu bermacam-macam bentuknya, misalnya panggilan menjadi petani, pedagang, guru, dokter, suster biarawati, pastor, dan lain sebagainya. Semua dipanggil untuk tugas yang luhur dan mulia. Perihal panggilan, Mother Teresa dari Kalkuta pernah mengungkapkan bahwa : "Manusia dipanggil bukan untuk sukses tetapi setia". Setia yang dimaksud oleh Mother Teresa adalah setia dan tetap melayani dalam penggilan masing-masing, dan berbuat kasih bagi sesama. Kesuksesan dewasa ini bisa dimanipulasi, dalam sekejap saja kesuksesan bisa dicapai oleh manusia. Sedangkan kesetian selalu membutuhkan ketetapan hati untuk terus menerus dilakukan.

    Seorang suster muda dipercaya oleh pimpinannya untuk mengurus keperluan dapur. Segala keperluan yang berkaitan dengan dapur seperti memasak dan berbelanja merupakan hal biasa dan sering dilakukan. Belanja dilakukannya dua kali seminggu, yakni pada hari Selasa dan Sabtu. Pukul 05.00 pagi biasanya ia berangkat berbelanja ke pasar. Semuanya itu dilakukan agar ia dapat membeli sayuran dengan harga yang lebih murah ketimbang harga sayuran pada siang hari. Begitu taat, begitu setia, bahkan ketika sedang rekreasi pun, tak jarang ia selalu membawa sayuran untuk diirisnya. Ia melakukan semuanya itu demi saudari-saudari se-komunitasnya agar mereka semua dapat memperoleh rahmat dalam rupa makanan yang sehat.

    Saudara-saudari terkasih, kita semua mendapat panggilan. Panggilan itu ada dalam setiap profesi kita masing-masing. Kita dipanggil agar kita setia melakukan tindakan kasih dalam profesi tersebut. Semuanya semata-mata ditujukan untuk pelayanan terhadap Tuhan dan sesama. Pertanyaannya, apakah kita setia melayani dalam panggilan kita masing-masing atau belum?


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon