15 January 2015

Renungan Hari Minggu 18 Januari 2015

Renungan Hari Minggu 18 Januari 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Minggu 18 Januari 2015

Datang, Lihat dan Tinggal Bersama Yesus

    Perikop Injil hari ini sungguh menarik, menggambarkan awal karya dari du tokoh yang sangat mengagumkan: ohanes Pembaptis dan Yesus sendiri. Keduanya muncul hampir bersamaan namun beda peran yang ternyata saling melengkapi dan menyempurnakan. Dalam kerendahan hatinya dan kesadaran yang sangat dalam akan perannya sebagai pembuka jalan bagi Sang Mesias, Yohanes menghantar murid-muridnya untuk mengenal dan mengikuti Yesus, "Lihatlah Anak domba Allah!" dan mereka 'meninggalkan' Yohanes' dan mengikuti Yesus!

    Yesus sendiri mulai tampil ke muka dan mulai membentuk suatu kelompok kecil di awal pewartaan-Nya. Inilah muri-murid Yesus yang pertama. Apakah serta merta Yesus menerima mereka? Tidak! Yesus bertanya kepada mereka; "Apakah yang kamu cari?" Pertanyaan ini ingin menegaskan bahwa orang harus tahu apa sebenarnya yang dicari dan yang akan diperoleh kalau mengikuti Yesus: Mereka hendak mencari Almasih dan beroleh damai sejahtera.

    Yesus memberi jalan bahwa mengenal Dia dan beroleh damai sejahtera adalah dengan datang, melihat dan tinggal bersama Dia. Para murid pertama ini rela meninggalkan Yohanes Pembaptis dan mengikuti Yesus dan tinggal bersama dengan Dia. Sukacitalah yang mereka peroleh, sukacita itu diwartakan kepada yang lain sebagai undangan untuk yang lain agar mengikuti dan tinggal bersama Yesus.

    Tinggal bersama Yesus adalah undangan bagi semua orang, juga kita di zaman ini. Haruskah kita seperti para Rasul dengan meninggalkan tempat kita dan mengikuti Yesus? Tentu caranya berbeda. Yesuslah yang saat ini senantiasa mengetuk pintu hati kita dan hendak tinggal bersama dengan kita. Marilah kita buka pintu hati kita supaya Dia tinggal bersama kita, menjadi sumber kekuatan dan damai sejahtera. 'Aku datang dan mengetuk pintu hatimu, bukalah dan Aku tinggal di dalamnya', sabda Tuhan.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon