04 January 2015

Renungan Hari Rabu 7 Januari 2015

Renungan Hari Rabu 7 Januari 2015, Renungan Harian, Santo Katolik Renungan Hari Rabu 7 Januari 2015

Menerobos Gelap

    Akhir-akhir ini begitu marak sekali acara televisi yang menayangkan realitas yag tak kasat mata, seperti: Masih Dunia Lain, Mr. Tukul Jalan-Jalan, Dua Dunia, Ghosh Hunter, bahkan reality show seperti Late Night Show mulai "ikut-ikutan" menayangkan hal serupa. Berbagai acara tersebut, dikemas sedemikian rupa agar semakin diminati oleh para penonton. Saya pribadi menyukai beberapa acara tersebut, karena ada makna yang dapat dipetik. Makna itu misalnya, untuk menghargai kehidupan selagi masih hidup, bersikap bijaksana dan sopan santun di manapun berada, dan yang terpenting harus selalu berserah kepada Allah.

    Kegelapan hati atau hati yang gelap merupakan halangan bagi manusia untuk memaknai hidupnya. Jika hati menjadi gelap, bisa jadi cinta semakin redup. Banyak hal yang dapat menghalangi niat dan semangat baik kita.  Salah satu yang mendominasi adalah sikap cinta diri yang berlebihan. Sikap tersebut tergambarkan dalam kisah Injil hari ini. Para murid masih juga belum memahami kehadiran Yesus. Mereka menganggap bahwa mereka mampu mengarungi derasnya ombak di danau. Keajaiban-keajaiban yang dilakukan Yesus tampaknya tidak semakin membuat mereka menjadi lebih beriman. Kedatangan Yesus malah mereka anggap sebagai hantu. Jika saja mereka sudah benar-benar memberikan ruang dalam hati bagi kediaman Yesus, maka mereka akan selalu mengenal Yesus, baik saat mereka bersama-sama, maupun saat mereka berpisah.

    Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita maju melangkah pergi, untuk menerobos dinding-dinding gelap dalam hati kita. Sikap tulus dan ikhlas merupakan kunci bagi kita untuk mengenal Allah. Jika kita tulus, kita menampakkan sifat-sifat Ilahi yang berkaitan erat dengan rahmat, karena tulus dan rahmat adalah suatu pemberian cuma-cuma. Ikhlas berarti pemurnian dari tulus untuk mempersembahkan diri seutuhnya pada Penyelenggaraan Ilahi. Semoga kedua nilai ini menjadi pendorong bagi kita untuk menerobos gelapnya diri kita.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon