17 January 2015

Renungan Hari Selasa 20 Januari 2015

Renungan Hari Selasa 20 Januari 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Selasa 20 Januari 2015

Kembali kepada Hukum yang Sejati

    Apa itu hukum? Hukum adalah sebuah kesepakatan oleh dua pihak. Tujuan luhur hukum adalah untuk kebaikan umum (bonum communae) pihak-pihak yang menyepakati hukum tersebut. Perlu disadari bahwa hukum yang sejati tidak pernah membawa beban bagi mereka yang menaatinya, melainkan sebagai sarana untul mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Ini bukan berarti hukum itu mempunyai sifat yang luhur (mulia). Jika ditengok dari cara lahirnya, hukum diadakan pertama-tama untuk manusia, bukan manusia diadakan untuk hukum. Dalam menaati hukum pun, manusia harus memiliki kebebasan. Jika hukum tidak memberi ruang kebebasan bagi manusia yang menaatinya, hukum itu lebih tepat disebut sebagai 'perhambaan'. Hukum harus mendatangkan sukacita bagi mereka yang menaatinya bukan malah mendatangkan ketakutan. Sukacita itu melahirkan harapan baru. Harapan baru itu menggugah daya juang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, hukum semakin dicintai dan dianggap sebagai bagian dari diri mereka yang menaati, bukan malah dihindari.

    Umat Allah yang terkasih, pada Injil hari ini Yesus hendak mengembalikan makna luhur dari Hukum Taurat. Hukum Ilahi yang telah kita terima itu pertama-tama bukanlah buatan manusia tetapi melalui cara manusia Allah mewahyukan hukum-hukum-Nya kepada kita. Hukum Allah itu untuk kebaikan setiap manusia yang menaatinya. Hukum Ilahi itu bersifat membebaskan. Hukum Ilahi itu mendatangkan sukacita bagi mereka yang menaatinya dan akibatnya, hukum itu menjadi dicintai bukan dihindari. Jika suasana itu tercipta, manusia akan lebih mudah untuk sampai pada Allah sendiri. Para ahli Taurat, para imam kepala, serta orang-orang Farisi bukan menciptakan suasana yang demikian. Mereka malah menjadi penghalang agar hukum itu dicintai dan manjadi bagian hidup seseorang. lalu bagaimankah dengan kita?

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon