09 February 2015

Renungan Hari Jumat 13 Februari 2015

Renungan Hari Jumat 13 Februari 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
 

Renungan Hari Jumat 13 Februari 2015


Hidup Baru


    Bacaan pertama hari ini memperlihatkan bahwa manusia pertama memperoleh hidupbaru. Hidup baru itu bukanlah suatu kabar gembira, melainkan malapertaka. Kesalahan yang dibuat oleh manusia pertama adalah penyebab melapetaka itu.

    Tanpa menguraikan sejumlah kesalahan manusia pertama, mari kita perhatikan salah satu perbuatan Hawa. Hawa mengatakan apa yang tidak dikatakan Tuhan: "Jangan raba buah itu" dan "nanti kamu mati". Padahal Allah bersabda :... janganlah kamu makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati" (Kej 2:17). Maksud Firman Tuhan ialah bahwa kematian pasti menjadi akibat jika melanggar larangan-Nya. Sedangkan Hawa justru beranggapan bahwa kematian itu masih nanti, bukan suatu kepastian.


    Tindakan Hawa bisa jadi merupakan asal-muasal salah satu tindakan manusia zaman ini. Manusia cenderung mengurangi atau menambah informasi. Informasi yang diterima tidak dipahami dengan seksama. Manusia lupa bahwa info yang dikurangi atau ditambah dapat membahayakan orang lain dan terlebih diri sendiri.

    Saudara-saudari , berita yang benar akan membawa kebenaran. Bacaan Injil hari ini memaparkan dengan seksama dimana berita tentang kebenaran diperdengarkan dengan benar pula. Kabar tentang Yesus diterima dengan benar. Kabar itu telah menumbuhkan iman. Dan iman itu membawa kesembuhan: yang tuli menjadi mendengar, dan yang bisu dijadikan-Nya berbicara. Dan iman itu pula membuat orang lain berdecak kagum: "segala sesuatu dijadikan-Nya baik".


    Saudara-saudari, manusia pertama telah berdosa, tetapi kini Yesus datang dengan membawa hidup baru yang sejati. Hidup baru itu diberikan-Nya bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. Manusia lama telah tuli mendengar Allah. Kini manusia baru dibuka untuk mendengarkan-Nya dengan seksama. Manusia lama telah bisu karena mewartakan kesalahan, kini manusia baru dibuka untuk mewartakan kebenaran, Yesus Sang Juruselamat. Bagaimana dengan kita? Mari bermenung!


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon