15 February 2015

Renungan Hari Kamis 19 Februari 2015

Renungan Hari Kamis 19 Februari 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Kamis 19 Februari 2015

Kehidupan atau Kematian

    Allah menghadapkan kepada bangsa Israel dua pilihan: atau kehidupan atau kematian. Allah mengingatkan dan memerintahkan agar bangsa Israel mengasihi Tuhan, hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan berpegang pada perintah-Nya (bdk. Ul 30:16). Akibat atas pilihan itu jelas: bangsa Israel hidup, bertambah banyak, dan diberkati oleh Tuhan (bdk. Ul 30:16). Namun, jika berpaling dan tidak mau mendengar, maka mereka akan mengalami kematian (bdk. Ul 30:17-18).
    Injil hari ini pun sejalan dengan bacaan pertama, Yesus memberitahukan kepada para murid-Nya mengenai penolakan oleh para tua-tua, penderitaan yang harus ditanggung-Nya, dan kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga (bdk. Luk 9:22). Penderitaan-Nya adalah jalan salib. Setiap orang yang mau mengikuti-Nya harus memikul salibnya dan mengikuti Dia (bdk. Luk 9:23). Itulah jalan yang ditawarkan oleh Yesus. Melalui jalan-Nya itu kita akan memperoleh kehidupan.

    Untuk orang-orang zaman ini, syarat yang ditawarkan oleh Yesus terasa amat berat. Mungkin ada orang mencibir: hidup kok hanya untuk menderita. Bahkan, mungkin ada orang yang berpendapat bahwa jalan Yesus itu mustahil. Beberapa fenomena zaman ini menjadi bukti Masih banyak siswa-siswi ingin lulus, namun jalan yang ditempuhnya adalah "jalan pintas". Ada orang yang hidup kaya dan sejahtera, namun enggan bekerja secara halal. Meski demikian, tak dapat dipungkiri juga bahwa ada orang yang menderita bukan karena kemalasannya, melainkan karena dibuat menderita oleh orang lain atau karena sistem politik yang menyengsarakan. Semoga kata-kata Yesus ini,"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?" (Luk 9:25) mengingatkan dan menyemangati kita untuk tetap teguh pada prinsip mengakui Dia dalam setiap langkah-laku hidup kita.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon