Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

11 February 2015

Renungan Hari Minggu 15 Februari 2015

Renungan Hari Minggu 15 Februari 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Minggu 15 Februari 2015


Engkau dapat Mentahirkan Aku


    Apa itu tahir? Tahir dalam bahasa sehari-hari berarti bersih, suci, atau murni. Kata tahir dipakai untuk menunjukkan perubahan diri seseorang dari keadaan yang buruk (dosa/terkutuk) menjadi lebih baik (suci/terberkati). Dalam tradisi yudaika (Yahudi), orang yang terkena penyakit kusta dipandang sebagai orang yang terkutuk (najis). Mereka dikutuk Allah. Apa penyebabnya? Mereka dianggap telah melakukan perbuatan jahat atau dosa. Mereka diharuskan tinggal diluar perkotaan atau pedesaan. Dengan kata lain, mereka harus diasingkan. Mereka harus membunyikan lonceng kecil sebagai tanda untuk dirinya. Mereka harus berpakaian yang cabik-cabik, rambut terurai, dan harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: "Najis! Najis!" (Imamat 13:45). Di tempat pengasingan itu mereka menunggu kesembuhan dari Allah. Ketika mereka mengalami kesembuhan, mereka harus melapor kepada imam di Bait Allah untuk dinyatakan tahir atau tidak. kemudian, mereka harus mempersembahkan kurban pentahiran.


    Penggambaran di atas merupakan keadaan yang dialami oleh si kusta dalam Injil hari ini. Dalam situasi seperti ini, si kusta terus menerus mengharapkan belas kasih Allah untuk memperoleh kesembuhan. Si kusta memilih jalan yang terbaik, yaitu terus berharap dan tidak berputus asa. Menaruh harapan terus menerus kepada Allah merupakan ungkapan iman yang sejati. Kesetiaan ini membuahkan rahmat berlimpah bagi si kusta, yaitu kesembuhan. Allah hadir dalam Pribadi Yesus yang menyembuhkan. Ingkapan iman si kusta dapat ditemukan dalam dialog singkat antara si kusta dan Yesus. Kalimat si kusta, "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan Aku", merupakan ungkapan imannya yang sejati. Si kusta menaruh harapannya secara total kepada Yesus.Si kusta tahu jika Dia adalah Mesias yang dijanjikan. Yesus dapat memberi kesembuhan yang didambakannya. Apa yang dapat kita petik? Si kusta mengajari kita untuk terus berharap pada Allah yang menyembuhkan.



BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon