Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

18 February 2015

Renungan Hari Minggu 22 Februari 2015

Renungan Hari Minggu 22 Februari 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Minggu 22 Februari 2015


Hidup Dalam Kasih


     Masa Prapaskah sering disebut sebagai Retret Agung umat beriman. Retret berarti melihat kembali karya agung Allah bagi kita dalam Yesus Kristus. Kita semua diundang untuk hadir bersama dengan Allah untuk menyadari bagaimana dahsyatnya akibat dosa manusia. Yesus sadar bahwa waktunya telah tiba untuk mewartakan kabar gembira, "Kerajaan Allah sudah dekat", kepada umat manusia. Itulah tugas perutusan-Nya yang utama.

    Bagaimana karya besar ini harus dimulai? Dia memasuki wilayah kedosaan manusia, merasakan dahsyatnya penderitaan akibat dosa meskipun Dia tidak berdosa, yakni dengan memasuki padang gurun selama empat puluh hari. Dia berpuasa dan merasakan godaan iblis. Ada tiga godaan yakni kehormatan, kekuasaan dan kenikmatan. Semuanya Dia tolak dengan tegas. Hanya dengan ketegasan maka dosa tak pernah akan menyentuh kita. Penginjil Markus tidak menerangkan hal ini dalam Injilnya.

    Apa tugas perutusan-Nya? Dengan jelas Yesus menyampaikan kepada kita, tugas-Nya adalah menghadirkan Kerajaan Allah bagi umat manusia. Allah mengundang agar kita membuka hati untuk kehadiran-Nya, sapaan kasih-Nya dan damai sejahtera yang Ia tawarkan. Allah yang penuh belas kasih, yang selalu mencintai kita sekarang sungguh hadir duhadapan kita dan mengetok pintu hati kita.

    Bagaimana dengan kita? Bertobat adalah syarat untuk menerima Kerajaan Allah. Bertobat berarti berani meninggalkan segala pikiran, perkataan dan juga tingkah laku kita yang tidak selaras dengan kehendak-Nya. Kehendak-Nya yang utama adalah kasih, kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap kekuatan, segenap akal nudimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Allah sungguh mengharapkan kita untuk hidup dalam kasih.

Tuhan, ajarilah kami untuk mengasihi Engkau dan sesama kami dalam perbuatan amal kasih kami. Amin.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon