17 February 2015

Renungan Hari Sabtu 21 Februari 2015

Renungan Hari Sabtu 21 Februari 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Sabtu 21 Februari 2015


Keselamatan Telah Tersedia


    Mungkin selama ini banyak orang menyakini bahwa orang bertobat untuk mendapatkan kasih karunia Allah. Tapi setelah membaca Injil hari ini, jika seseorang peka, mungkin ia akan mulai meragukan keyakinannya tentang pengertian berto0bat. Begini, kalau memang orang bertobat agar memperoleh keselamatan, seharusnya orang-orang yang ingin bertobatlah yang sibuk mencari Tuhan. Tapi, ini sebaliknya, Tuhanlah yang sibuk datang dan memanggili orang-orang yang berdosa. Jadi, ternyata keselamatan Allah datang terlebih dahulu baru kemudian orang memutuskan bertobat atau tidak.

    Dalam Injil hari ini seorang pemungut cukai yang dianggap sebagai orang berdosa dizaman itu mendapat panggilan Tuhan. Panggilan "Ikutilah Aku!" mungkin sama dengan panggilan "Bertobatlah!" Dari pernyataan ini jelas bahwa orang yang ingin mengikuti Yesus haruslah bertobat dari segala kedosaan yang dihidupi sebelumnya. Yesus hadir terlebih dahulu membawa keselamatan dan kita, karena keselamatan telah tersedia, seharusnya memilih untuk bertobat dan mengikuti Dia.

    Keselamatan Tuhan dan bertobat itu seperti hidangan dan makan. Keselamatan Tuhan itu seperti hidangan yang telah tersedia di depan kita. Pertanyaannya: Maukah kita menggerakkan tangan dan menyantap hidangan yang telah tersedia itu (inilah bertobat)? Jika kita masih tidak mau memakan hidangan (pengampunan) yang sudah tersedia itu dengan melakukan pertobatan, hidangan itu akan tetap di hadapan kita sampai kita memutuskan untuk menyantapnya.

    Kesempatan kita menyantap tawaran keselamatan-Nya hanya ada di dunia ini. Jika kita mati dan tak pernah kita bertobat, maka selamanya kita tidak akan bisa bertobat. Saya menyarankan: pilihlah apa yang menyelamatkan! Saya memilih untuk bertobat dan memperoleh kasih karunia dan penyelamatan-Nya. Semoga hati ini kita buka untuk menerima keselamatan-Nya.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon