Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

06 February 2015

Renungan Hari Selasa 10 Februari 2015

Renungan Hari Selasa 10 Februari 2015, Renunga Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Selasa 10 Februari 2015


Bersahabatlah dengan Alam


    Saat ini jika kita  perhatikan di tv, radio, ataupun media cetak, ada banyak sekali berita tentang situasi dan kondisi alam yang sudah tidak lagi bersahabat dengan manusia: ada kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, pemanasan global dll. Semua pihak saling menyalahkan, tidak ada yang mau bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi? Menjadi pertanyaan bagi kita: siapakah yang paling bertanggungjawab atas peristiwa ini? Jawabannya adalah tentu manusia sendiri. Manusia telah salah menafsir amanat yang telah diberikan oleh Tuhan kepadanya.

    Bacaan pertama hari ini memaparkan bahwa Allah telah menciptakan manusia menurut ganbar dan rupa-Nya. Konsekuensinya adalah manusia menjadi ciptaan yang berbeda dengan ciptaan-ciptaan yang lainnya. Dengan keistimewaan ini manusia memiliki kuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan seluruh bumi dan atas segala binatang melata dan merayap dibumi. Allah telah memberikan kuasa kepada manusia agar ia mampu memelihara segala ciptaan yang telah diciptakan oleh Allah di bumi. Namun dalam perjalanan hidup ini, manusia seringkali salah memahami maksud kuasa itu. karena kekeliruan inilah manusia menjadi semaunya sendiri. Ia tidak memperlakukan alam sengan sewajarnya. Akibatnya alam ini pun menjadi rusak. Manusia tidak menyadari lagi bahwa sebanarnya ia juga ciptaan Tuhan sama seperti ciptaan yang lainnya.

    Melalui kitab kejadian ini, kita diingatkan bahwa sebagai manusia kita tidak memiliki hak untuk bertindak semaunya sendiri terhadap ciptaan yang lainnya. Melainkan kita memiliki kewajiban untuk senantiasa ikut berpartisipasi dalam pemeliharaan dan penjagaan ciptaan yang lainnya. Dengan demikian di bumi ini akan tercipta sebuah harmoni yaitu keseimbangan di antara setiap ciptaan. Tidak ada yang saling mengatasi malainkan saling menghormati. Dengan demikian akan tercipta suasana yang aman dan damai di dalam alam dan hati kita.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon