05 February 2015

Renungan Hari Senin 9 Februari 2015

Renungan Hari Senin 9 Februari 2015, Renungan Harian, Santo KatolikRenungan Hari Senin 9 Februari 2015

Kehadiran yang Menyembuhkan

    Para pembaca pernah mengalami sakit? Apa yang pembaca inginkan? Kita sepakat bahwa kita menginginkan kesembuhan. Kesembuhan adalah dambaan setiap manusia yang sakit, baik fisik maupun rohani. Dengan memperoleh kesembuhan, manusia dapat melakukan banyak hal untuk kebaikan sesama, diri sendiri, atau untuk memuliakan Allah.

    Injil hari ini berbicara tentang kehadiran Yesus yang memberikan kesembuhan bagi banyak orang. Kehadiran-Nya memberi kesembuhan bagi bangsa Israel yang sedang kehilangan harapan. Kehadiran-Nya mengikat mereka yang mau menerima-Nya.

    Umat Allah yang terkaasih, mengimani Yesus pertama-tama berarti mau disembuhkan dari penyakit kronis manusia modern, yaitu kecemasan, kekhawatiran, ketakutan, dan kehilangan harapan. Penyakit-penyakit tersebut membawa manusia pada rasa sakit yang mematikan. Tidak heran, sekarang ini banyak orang berusaha untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Beriman kepada Yesus harus didahului oleh keterbukaan hati. Kita mau mengakui segala kelemahan manusiawi di hadapan-Nya. Biarkanlah diri kita berada dalam keadaan "tidak punya apa-apa". Biarkan seluruh hidup kita atau totalitas diri kita berada dalam pelukan mesra Yesus yang menyembuhkan. Percaya dan yakinlah bahwa Yesus akan menguraikan setiap masalah atau beban yang kita pikul, misalnya dipecat, perceraian, konflik dengan orang tua atau anak, fitnah, rutinitas yang terasa membosankan, kegalauan, putus cinta, hasil belajar yang menyedihkan, dan berbagai masalah/beban yang lain.

    Dua hal untuk kita renungkan dan lakukan; Pertama, yesus menawarkan Diri-Nya untuk menyembuhkan kita. Membuka diri atau tidak? Kedua, Yesus berjanji untuk menyembuhkan penyakit kita, menguraikan masalah kita, dan bersama-sama menanggung beban hidup kita. Mau atau tidak? Mari kita ambil waktu sejenak untuk membiarkan suara hati memilih. Dan, belajarlah dari kehadiran Yesus yang menyembuhkan sesama. Amin.


Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon