23 March 2015

Renungan Hari Jumat 27 Maret 2015

Renungan Hari Jumat 27 Maret 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Jumat 27 Maret 2015

Sudut Kebaikannya

    Ada seorang tukang yang membangun sebuah tembok hias gerbang kota yang terdiri dari seribu batu bata. Hampir seluruh batu tersusun sempurna, kecuali dua batu terakhir yang mengalami sedikit kesalahan. Dua batu itu agak menonjol ke luar. Namun, karena si tukang tidak menyadari hal itu maka ia menganggap pekerjaannya telah sempurna.

    Singkat cerita, lalu tembok itu sering dilewati orang-orang yang hendak masuk ke kota. Orang-orang mengaguminya, namun ada yang berbeda ketika mereka sampai ke ujung tembok. Ada orang yang berkata: "Keindahan tembok ini rusak oleh dua batu yang tidak jelas ini dan ini membuat keseluruhan tembok ini buruk!" Namun ada juga orang yang berkata: "Keindahan tembok ini semakin sempurna dengan dua batu yang aneh ini dan ini membuat tembok yang indah ini menjadi istimewa dan unik!"

    Suadara-saudari, dua tanggapan tadi berbeda meskipun tembok yang diamati sama saja. Mengapa demikian? Itu hanya soal cara memandang. Yang satu mengedepankan apa yang buruk sedangkan yang lain mengedepankan karya baik yang telah tercipta.

    Saudara-saudari, cara pandang tertentu juga berpengaruh pada diri Anda dan juga saya. Mari kita coba memandang setiap hal dari apa yang baik yang ada padanya, misalnya hidup ini. Hidup memang terkadang sulit, namun jangan lupa bahwa telah banyak kemudahan dan kebahagiaan yang sudah kita terima sebelumnya. Jangan hanya karena satu atau dua tantangan (bukan kesusahan atau kemalangan atau apapun juga nama negatif dari tantangan), lalu kita menghakimi Tuhan tidak adil. Hei, lebih besar rahmat-Nya daripada tantangan yang kita alami.

    Saudara-saudari, mari kita berjuang dalam hidup. Lihat dari sudut kebaikannya. Jangan kita ikut mencoba menjatuhkan Tiuhan dari "tebing" hidup kita. Justru sebaliknya, saat kita mandapat tantangan selama mengarungi "tebing" hidup ini, bersyukurlah karena kita pasti akan dibantu-Nya. Saya percaya, Anda?

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon