26 March 2015

Renungan Hari Senin 30 Maret 2015

Renungan Hari Senin 30 Maret 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Senin 30 Maret 2015


Bersimpuh di Bawah Kaki Yesus


    Hari ini Gereja memasuki Pekan Suci. Pekan Suci menandai semakin dekatnya saat-saat Yesus menderita, wafat di salib dan akhirnya bangkit.

    Lazarus yang dibangkitkan Yesus dan Maria yang menyeka kaki Yesus dengan minyak narwastu menjadi gambaran bahwa Yesus akan menderita dan dibangkitkan. Dua peristiwa ini menjadi semacam 'signal' bahwa peristiwa sengsara dan wafat-Nya telah dekat.

    Kita perlu melihat tundakan yang dilakukan Maria terhadap Yesus. Maria membawa minyak narwastu yang mahal. Selain itu ia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Rambut bagi wanita menjadi mahkota yang sangat berharga. Tindakan yang dilakukannya menjadi sebuah keyakinan baginya bahwa Yesus menjadi harta yang jauh lebih berharga dari minyak dan mahkotanya itu.

    Saudarku, Injil hari ini mengajak kita untuk semakin merenungkan ketaatan yang dialkukan Yesus kepada Bapa-Nya demi keselamatan kita. Sungguh tak terbatas kasih-Nya bagi manusia. Ia juga melihat begitu berharganya manusia di mata-Nya. Saya juga disadarkan oleh kasih Allah yang menyapa setiap peristiwa yang saya alami. Dalam Pekan Suci ini kita juga perlu melihat betapa berharganya waktu kita untuk sejenak menemani Yesus dalam detik-detik kesengsaraan-Nya. Ia mengajak kita untuk tinggal didalam Dia.

    Iman memampukan kita untuk dapat bengkit dari kelemahan kita. Lewat peristiwa salib, kita diajak untuk semakin bersimpuh di hadapan-Nya. Menjadi permenungan kita, sudahkah saya menjadikan hidup ini berharga di hadapan-Nya? Mari bermenung.

Tuhan, Engkau tak jauh dari hidupku, hadir dalam setiap peristiwa hidup. Namun, kadangkala aku menjauh dari rahmat dan kebaikan-Mu. Mampukan aku Tuhan, agar aku semakin dekat dan berani bersimpuh di hadapan-Mu. Amin.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon