15 April 2015

Renungan Hari Minggu 19 April 2015

Renungan Hari Minggu 19 April 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Minggu 19 April 2015

Mewarta Secara Sederhana

    Pada Minggu Paskah III ini, kita mendengar penginjil Lukas berkisah mengenai Yesus yang menampakkan diri kepada para murid-Nya ketika para murid sedang berkumpul. Nubuat nabi mengenai Mesias pun tergenapi dalam diri Yesus Kristus. Dia datang, hidup, wafat, dan bangkit sebagai Mesias, Sang Penyelamat. Dia bangkit dan menemui para murid, orang-orang yang sangat dicintai-Nya. Namun pada Injil hari ini, titik tolak ada pada Yesus yang mengutus para murid-Nya untuk menjadi saksi atas semua yang mereka lihat (bdk. Luk 24:34).

    Yesus mengutus para murid-Nya untuk mewartakan bahwa Yesus, Sang Mesias, telah bangkit dari wafat-Nya di kayu salib. Mesias sungguh hadir dalam diri Yesus, Sang Anak Allah, Dia telah wafat secara keji di kayu salib dan bangkit, menemui para murid, dan mengutus mereka untuk mewartakan kabar gembira.

    Yesus mengutus para murid-Nya untuk mewartakan pertobatan dan pengampunan dosa kepada semua bangsa. Bangsa terpilih tidak lagi milik bangsa Israel saja, tapi juga semua bangsa. Semua bangsa adalah baik dan harus diselamatkan di mata Tuhan.

    Para murid Yesus sudah dengan amat baik mewartakan kabar gembira kepada segala bangsa. Mereka mewartakan kabar itu dengan gigih dan berani. Mereka rela menanggung kesulitan dan bahkan ada yang mengorbankan nyawanya demi Tuhan dan Kerajaan Allah yang mereka wartakan.

    Perutusan Yesus kepada para murid-Nya serentak juga menjadi perutusan kita sebagai orang Katolik. Kita juga dipanggil untuk mewartakan kabar gembira-Nya dan mewartakan Dia yang telah bangkit itu. Mungkin sulit bagi kita untuk mewarta segigih para murid. Namun kita bisa tetap merasul lewat hal-hal sederhana. Kita bida merasul lewat senyum tulus kita kepada yang lain, sehingga kita pun menampakkan Dia (Tuhan) yang tersenyum dengan cara hidup kita yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Tuhan, ajarilah aku untuk tersenyum tulus seperti senyum-Mu yang indak. Amin.
Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon