01 April 2015

Renungan Hari Minggu 5 April 2015

Renungan Hari Minggu 5 April 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Minggu 5 April 2015


Sukacita Paskah


    Hari ini kita merayakan Hari Raya Paskah. Inilah hari raya terbesar kita yang juga menjadi peristiwa iman yang menggembirakan. Kalau saya merenungkan peristiwa kebangkitan Yesus Kristus ini, terkadang saya terheran-heran dan kagum. Kalau peristiwa kelahiran itu menjadi lumrah dalam hidup kita, peristiwa kebangkitan justru adalah peristiwa yang "langka". Peristiwa ini tidak dijumpai dalam keyakinan lain.

    Hari ini Injil mengisahkan tentang kebangkitan Yesus. Para murid oun digerakkan oleh Allah untuk datang dan melihat serta kemudian menjadi saksi dari kebangkitan Putera-Nya. Inilah puncak keselamatan yang diwartakan kepada kita semua hingga saat ini. Namun, perlulah kita juga mengingat bahwa Paskah (kemenangan Yesus atas maut) juga diawali oleh penderitaan yang berat. Ia harus mengalami sengsara, disalibkan di palang penghinaan, dan wafat. Rangkaian peristiwa sengsara Yesus ini kita kenangkan dalam Jumat Agung. Tanpa sengsara, tidaklah ada kebangkitan.

    Peristiwa Paskah hari ini juga menggugah hati kita untuk melihat mutu hidup kita. Selain itu, kita juga diajak untuk mengimani bahwa kelak, kita juga akan dibangkitkan dan hidup bahagia selama-lamanya bersama Bapa di surga. Syaratnya, kita harus membenahi mutu hidup kita. Kita bisa belajardari teladan Tuhan Yesus Kristus  yang mau menderita untuk mencapai kemenangan (kebangkitan). Mari merengunkan pertanyaan-pertanyaan ini: Bagaimana mutu hidup saya saat ini? Sudahkah saya berjuang dalam penderitaan atau pengalaman menyakitkan dalam hidup ini? Beranikah saya berjuang dan mewartakan kebangkitan Yesus itu? Selamat bermenung. Sukacita Paskah menyertai kita semua. Amin.

Tuhan, kuatkan kami dalam memanggul salib hidup kami agar kelak kami boleh merasakan kemenangan yang menggembirakan. Amin.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon