Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

04 April 2015

Renungan Hari Rabu 8 April 2015

Renungan Hari Rabu 8 April 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Rabu 8 April 2015


Perjumpaan yang Meneguhkan


    Kematian Yesus tidak mudah diterima oleh para murid. Mereka putus asa serta kehilangan harapan dan arah hidup. Segalanya telah merekatinggalkan demi mengikuti Yesus. Kematian Yesus seakan-akan membuat segala usaha mereka itu terasa sia-sia. lalu, apa yang mereka buat? Mereka memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Hidup sesuai dengan pekerjaan mereka dulu. Lalu, apa yang dibuat Yesus? Yesus tidak membiarkan keputusasaan para murid itu. Yesus sadar bahwa misi kedatangan-Nya sebagai Mesias yang menyelamatkan manusia dari perbudakan dosa tidaklah mudah diterima oleh para murid. Pola pikir mereka terkungkung dalam cita-cita duniawi, yaitu bebas dari penjajahan. Maka, Yesus datang memberi peneguhan, bahkan secara keras Ia menegur kelambanan hati mereka. Bentuk peneguhan Yesus ini unnik. Bentuknya bukan seperti peneguhan ala politisi yang enak didengar, sulit digelar (dilaksanakan). Namun peneguhan yang ditawarkan-Nya itu konsekkuen, total, dan tulus. Singkatnya, Yesus berjalan bersama mereka.

    Umat Allah yang terkasih, ada skema menarik dari kisah perjalanan ke Emaus. Skema tersebut memiliki dua bagian besar, yaitu (1) pengalaman putus asa (kecewa) dan (2) pengalaman diteguhkan (ditemani). Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah ini? Kita bisa menggunakan skema ini untuk melihat sejenak hidup kita. Ada beberapa langkah yang saya tawarkan. (1) Mari menggali pengalaman putus asa (kecewa)! Sejauh mana saya mengalaminya? Apakah pengalaman itu membuat saya terpuruk? (2) Mari menggali pengalaman diteguhkan! Siapakah orang-orang yang hadir meneguhkan saya? Jika keterbukaan hati sebagai syaratnya, sudahkah saya membuka hati untuk menerima peneguhan itu? Atau apakah egoisme diri saya membutakan rahmat kesembuhan yang ditawarkan-Nya melalui orang-orang yang mencintai saya? Marilah membuka hati, Tuhan Yesus mengundang kita untuk berjalan bersama dalam liku-liku hidup ini.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon