Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

09 April 2015

Renungan Hari Senin 13 April 2015

Renungan Hari Senin 13 April 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Senin 13 April 2015


Percaya Karena Tanda


    Apa reaksi Anda jika suatu ketika Anda mendengar bahwa telah terjadi penyembuhan oleh seorang pertapa  Katolik di Sekincau, Liwa? Ya, bisa saja Anda berkeinginan akan ke sana untuk melihat dan jika berkenan juga disembuhkan olehnya. Begitulah umumnya sepenggal cara beriman orang zaman ini. Orang cenderung beriman karena penglihatan tentang kuasa, tanda, dan mikjizat dari yang Ilahi.

    Fenomena seperti di atas juga terjadi pada Nikodemus. Nikodemus adalah seorang dari golongan Farisi, bahkan pemimpin kaum Yahudi. Yesus menyebutnya sebagai pengajar Israel. Apa yang dilakukan Nikodemus? Nikodemus mendatangi Yesus pada waktu malam. Bisa saja Nikodemus takut diketahui oleh orang Yahudi jika ia datang pada siang hari. Nikodemus dengan segala latar belakang dan status dirinya termasuk anggota atau kelompok orang yang menolak Yesus. Akan tetapi, diam-diam, ia telah mendengar, melihat tanda yang dibuat Yesus sehingga Nikodemus memiliki kepercayaan. Nikodemus berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya" (Yoh 3:2). Nikodemus percaya Allah menyertai Yesus.

    Saudara-saudari, iman kepercayaan Nikodemus masih berdasarkan pada tanda-tanda yang dibuat Yesus. Bahkan, pada bacaan Injil hari ini, Nikodemus belum berani menunjukkan imannya kepada publik; ia masih datang sembunyi-sembunyi, pada malam hari (bila kita membaca Injil lebih jauh lagi, Nikodemus akan tampil lagi di depan publik). Namun, sikap Nikodemus perlu mendapat apresiasi, sebab Nikodemus datang dari kegelapan kepada Yesus, Sang Terang.

    Sekarang, apakah iman kita masih berdasarkan tanda dan mukjizat? Apakah iman kita masih sembunyi-sembunyi dan tidak dihidupi di depan publik? Mari bermenung!


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon