Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

13 May 2015

Renungan Hari Minggu 17 Mei 2015

Renungan Hari Minggu 17 Mei 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Minggu 17 Mei 2015


Komunikasi yang Hangat


    Yesus mendoakan para murid-Nya. Ia menjalin relasi akrab dengan Bapa-Nya dalam doa-Nya itu. Ia berkomunikasi secara hangat bersama Bapa-Nya. Komunikasi-Nya itu didasari oleh ketulusan dan kejujuran. Yesus mengikuti tuntunan hati nurani-Nya untuk menyediakan waktu secara khusus bersama Bapa-Nya. Komunikasi yang hangat itu mendatangkan berkat bagi murid-murid-Nya. Apa yang dibangun oleh Yesus itu merupakan suatu pengajaran bagi para murid-Nya. Secara hangat, Yesus mau mengajarkan: "Marilah membangun komunikasi yang hangat dengan Bapa disurga. Ikutilah kata hati nuranimu untuk menyediakan waktu bersama Dia.

    Berceritalah dari hati ke hati. Ceritakan segala kesuksesan dan kegagalanmu, kebahagiaan dan kesedihanmu. Tetapi ingat, landasi komunikasi itu dengan ketulusan dan kejujuran. Jangan berpura-pura. Ia pasti akan mendengarmu dan menggerakkan hatimu utuk memilih yang benar, untuk menguatkanmu dalam kegagalan dan kesedihan, untuk mengingatkanmu agar jangan terlena dalam kebahagiaan dan keberhasilanmu."

    Para pembaca yang terkasih, hari ini Gereja memperingati Hari Minggu Komunikasi Sedunia. Gereja hendak mengajak kita untuk bermenung, "Apakah saya sudah menjalin komunikasi yang hangat dengan diri sendiri, sesama, dan Allah?" Hari ini,  Yesus telah memberi teladan atau cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan Allah. Jika kita mengikuti teladan-Nya itu, ada satu kepastian: Allah akan mendatangkan berkat bagi diri dan sesama. Mari bermenung: Apakah sayabersedia untuk mendengar sehingga mengurangi kesalahpahaman? Apakah  saya mau mengatakan sesuatu yang benar demi kebaikan saudara saya? Atau, saya cuek dengan saudara-saudara saya sehingga mereka semakin terpuruk dalam ketidakjujuran? Atau, saya mengedepankan ego sehingga salah paham semakin menjadi-jadi? Mari membangun komunikasi yang hangat!


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon