30 May 2015

Renungan Hari Rabu 3 Juni 2015

Renungan Hari Rabu 3 juni 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Rabu 3 Juni 2015

Zona Nyaman

    Pada zaman Yesus terdapat tiga golongan orang Yahudi yang cukup menonjol : (1) kaum Saduki, (2) kaum Farisi atau ahli-ahli Taurat, dan (3) kaum Eseni. Kaum Eseni secara singkat merupakan orang-orang yang menganggap diri sebagai Israel sejati dan karena itu mereka meninggalkan Israel dan memilih tinggaldi bukit gersang sekitar Laut Mati ketika Israel dicemari pengaruh asing. Kaum Farisi merupakan kelompok orang yang secara ketat mempelajari dan melaksanakan hukum Taurat dan tafsirannya. Dua kelompok ini percaya akan hadirnya Mesias dan kebangkitan badan.

    Kaum Saduki merupakan kelompok orang-orang keturunan Imam Agung Zadok. Mereka hanya mengakui Taurat Musa dan menolak wahyu Allah dalam tulisan para nabi beserta setiap tafsiran yang dibuat oleh Ahli Taurat. Akibatnya, mereka tidak percaya kebangkitan. Wahyu tentang kebangkitan belumlah ada dalam kelima kita awal Perjanjian Lama. Wahyu tentang kebangkitan secara jelas baru ada pada masa nabi Yesaya. Kaum Saduki menutup diri terhadap wahyu Allah setelah zaman Musa..

    Ketertutupan yang keras itu menghambat rahmat Allah. Sikap kaum Saduki menyimbolkan sikap yang tak mau mendengar orang lain, anti pembaharuan yang lebih baik, dan mereka puas hanya dengan pengetahuan kelima Taurat saja. Padahal, rasa puas diri ialah jebakan yang mematikan perkembangan manusia menjadi lebih baik. Rasa puas diri menciptakan zona nyaman yang sulit dilewati.

    Adakah zona nyaman yang membuat saya tak mau lagi berkembang lebih baik dan menolak karya Allah lewat sesama? Zona nyaman bisa merupakan kebiasaan-kebiasaan buruk yang menyenangkan meski hanya sementara: korupsi, malas, sombong, dsb. Sekarang, mau terbuka kepada Allah dan sesama atau tetap tertutup dalam zona nyaman yang kita ciptakan?

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon