26 May 2015

Renungan Hari Sabtu 30 Mei 2015

Renungan Hari Sabtu 30 Mei 2015, Renungan Harian, Santo KatolikRenungan Hari Sabtu 30 Mei 2015

Ingin Tahu

    Tulus adalah seorang murid kelas sati SMK Bintang Timur. Ia merupakan murid yang pandai di jurusan Teknologi Informasi-RPL. Mengetahui kecerdasannya, beberapa murid lain mulai meminta supaya diajari olehnya. Namun, 4 murid yang lian lagi justru mencurigainya. Empat murid itu justru menuduhnya menyontek, plagiat (memakai karya orang lain atas namanya sendiri), bahkan dianggap berdukun. Keempat murid itu tahu bahwa semua tudauhan itu tanpa bukti dan sulit dibuktikan mengingat cara hidup, kebaikan, dan orang-orang yang dekat dengannya. Alhasil, sibuk dengan tuduhan-tuduhan, keempat murid itu lupa diri dan hanya mereka yang tidak lulus ujian kelas tiga.

    Saudara-saudari, wibawa, hormat, dan perhatian terarah pada Tulus. Keempat murid dalam cerita di atas merasa tersaingi. Mereka tidak menerima kenyataan dengan rendah hati bahwa ada orang lain memiliki kemampuan di atas mereka. Bahkan, mereka bukannya belajar lebih giat lagi melainkan justru sibuk untuk menjatuhkan Tulus. Kiranya sikap imam-imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua bangsa Yahudi juga merasa tersaingi. Wibawa, hormat, dan perhatian masyarakat bukannya terarah kepada mereka tapi justru kepada Yesus.

    Para imam Kepala, ahli Taurat, dan tua-tua datang kepada Yesus bukannya dengan rendah hati meminta diajari tapi justru sibuk mempertanyakan asal kuasa Yesus. Mereka mencurigai Yesus, jangan-jangan Ia menggunakan kuasa yang tidak mereka kenal. Rasa curiga telah membuat mereka lupa untuk menyadari bahwa Yesus adalah yang dinantikan.

    Saudara-saudari, apakah aku pernah merasa curiga kepada mereka yang memiliki banyak talenta, banyak bakat, harta, teman, dan persahabatan? Apakah aku mampu mengalihkan kecurigaanku menuju sikap mau belajar dan terlebih kesadaran akan kuasa Tuhan? Mari bermenung.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon