15 May 2015

Renungan Hari Selasa 19 Mei 2015

Renungan Hari Selasa 19 Mei 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Selasa 19 Mei 2015

Hamba Setia

"Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan"

    Konon, hamba itu harus nurut pada sang tuan. Hamba harus melakukan apa yang dikehendaki oleh tuannya. Jika tuan lapar dan haus, hamba harus menyediakan makanan dan minuman. Hamba akan makan sesudah sang tuan selesai makan. Malahan demi kepentingan sang tuan, seorang pegawaipenjaga istana kerajaan dikebiri agar tidak mengganggu permaisuri, putri, dan dayang-dayang raja.

    Dalam kesempatan pamitannya di Miletus, Paulus "curhat". Lebih-kurang demikian curhatnya; dalam pelayanan aku banyak menanggung derita dan terancam dibunuh oleh orang-orang Yahudi, penjara dan sengsara menantiku. Itu konsekuensi dan resikoku sebagai pengikut Kristus dan pengkabar Injil-Nya. Aku "ora eman nyowo" sedikitpun, asal dapat sampai ke garis finish (menunaikan tugas luhur sampai akhir). Aku ini "tawanan" Allah, tidak bisa lepas dari Allah. Kesadaran itu mendorongku untuk setia kepada Allah. Aku menunjukkannya dalam semangat pelayanan yang total. Dan, memang demikianlah Yesus menghendaki setiap pengikut-Nya.

    Kita adalah orang yang beriman kepada Allah. Dalam arti tertentu, kita pun telah "ditawan" oleh Allah, tidak bisa lepas dari-Nya. Dengan demikian kita punya kewajiban/keharusan melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah. Kita semua adalah hamba Kristus. Apapun yang kita lakukan sudah merupakan suatu keharusan/kewajiban. Malahan, melakukan pekerjaan dari Allah itu merupakan panggilan kita sebagai seorang manusia ciptaan-Nya, oleh karena itu luhur. Semua itu mesti dilakukan dengan total dan ikhlas. Ringkasanya, kita melakukan pekerjaan baik bukan karena pamrih, juga bukan karena diancam. Kita bekerja sebagai wujud kesetiaan sebagai seorang hamba Allah.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon