Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

29 May 2015

Renungan Hari Selasa 2 Juni 2015

Renungan Hari Selasa 2 Juni 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Selasa 2 Juni 2015


Luwik Becik Diapusi tinimbang Ngapusi


    Bacaan pertama hari ini berkisah tentang Tobit. Ia mengalami kebutaan. Apa penyebab dan bagaimana prosesnya dapat kita baca dalam Kitab Suci. Satu hal yang menarik dari kisah itu adalah Tobit meragukan isterinya. Tobit mempertanyakan kambing yang ada di rumahnya. Meski sang isteri sudah menjelaskan, Tobit tetap menuduh bahwa isterinya mencuri kambing itu. Dalam hal ini, Tobit tidak percaya kepada isterinya.

    Injil hari ini mengisahkan orang-orang Farisi dan Herodian yang mendatangi Yesus dengan motivasi jahat. Mereka berencana jahat: menjerat Yesus dengan pertanyaan jebakan. Namun, Yesus tetap menjawab dengan kata-kata penuh bijaksana.

    Tuhan adalah Sang Kebaikan, Kasih. Kepercayaan kita - baik secara pribadi maupun bersama - akan Allah harus dinyatakan dalam hidup harian. Misalnya, jika saya percaya bahwa Tuhan itu baik dan menghendaki kita supaya berbuat baik, maka dalam hidup harian saya mesti melakukan kebaikan. Itulah perwujudan nyata dan konkrit diri saya sebagai orang yang beriman kepada-Nya. Dengan demikian, saya akan mengalami kebaikan, sebagaimana diungkapkan dalam Mazmur hari ini. Memang sih, kadang kebaikan kita dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Sebagai contoh, ada salah seorang datang kepada seorang Katolik untuk menipu dengan cara memelas. Si penipu tadi tahu bahwa seorang Katolik itu baik, maka pasti akan melakukan kebaikan. Contoh lain lagi, seseorang datang kepada seorang pastor untuk memanfaatkan kebaikan sang pastor. Ia tahu bahwa sang pastor, karena baik pastilah akan malakukan kebaikan. Meski demikian, janganlah kita takut untuk berbuat baik. Kita mesti yakin bahwa menjadi orang baik itu sangat luhur dan bermartabat. Demikian ungkapan bijaksana dari mendiang Kardinal Justinus Darmojuwono, "Luwih becik diapusi tinimbang ngapusi."


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon