Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

22 May 2015

Renungan Hari Selasa 26 Mei 2015

Renungan Hari Selasa 26 Mei 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Selasa 26 Mei 2015


Upah ikut Yesus = Siap Resiko


    Ketika saya membaca berita penganiayaan orang-orang Kristen oleh kelompok radikal di Timur Tengah, perasaan saya kacau balau. Saya tidak bisa menerima perlakuan dari kelompok radikal tersebut. Mereka memperlakukan orang-orang Kristen secara biadab. Lebih tragis lagi, kelompok radikal itu hanya memberi tiga pilihan kepada mereka, yaitu (1) meninggalkan iman kristiani, (2) membayar pajak yang tinggi, atau (3) pergi meninggalkan tanah kelahiran mereka. Mereka yang menolak syarat itu harus siap untuk mati dengan cara yang keji, dipenggal atau ditembak. Saya marah, kecewa, jengkel, pada perlakuan mereka itu. Saya ingin membantu orang-orang Kristen itu. Saya ingin membalas perlakuan keji yang mereka terima dari kelompok radikal itu.

    Penganiayaan saudara-saudara seiman itu membuat saya bertanya-tanya: "Inikah upah sebagai pengikut Yesus? Apakah penderitaan, penganiayaan, bahkan kematian merupa ganjaran bagi mereka yang setia? Di saat seperti ini di manakah Sang Penyelamat?" Saya menyadari bahwa pertanyaan-pertanyaan itu bisa menghantar saya pada dua pilihan, yaitu tetap beriman atau tidak sama sekali. Saya sadar pertanyaan-pertanyaan itu membahayakan iman saya. Namun, sungguhkah pertanyaan itu berbahaya? Rupanya, pertanyaan-pertanyaan itu bisa saja mendorong saya untuk semakin beriman. Bagaimana caranya? Kembali pada nasehat Tuhan Yesus, Ia memberi gambaran tentang resiko yang harus dialami oleh pengikut-Nya, yaitu ditolak, dihindari, disiksa, diancam, diasingkan, bahkan dibunuh. Resiko ini benar-benar merupakan batu uji untuk melihat siapakah yang layak menerima mahkota abadi di surga. Yesus telah memberi teladan. Berkat penyerahan diri secara total kepada Allah dalam situasi sulit-Nya. Ia mendapat mahkota abadi di surga. Bagaimana dengan kita?

Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami dianggap sebagai domba-domba sembelihan (Mzm 44:23)


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon