14 June 2015

Renungan Hari Kamis 18 Juni 2015

Renungan Hari Kamis 18 Juni 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Kamis 18 Juni 2015


Hidup Doa


    Saudaraku, di tengah dunia yang semakin ramai dan segala sesuatunya ingin selalu cepat dan siapsaji ini, masihkah hidup doa menjadi pilihan? Masihkah kita yang ada di tengah dunia ini merelakan waktu sejenak dan secara khusus menyediakannya untuk berdoa? Injil hari ini menyadarkan kita akan hidup doa itu sendiri.

    Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus menjadi inspirasi hidup doa bagi kita. Kalau kita lebih dalam merenungkannya, ada tujuh hal penting di dalamnya. Tujuh hal itu menyangkut soal permohonan. Ketujuh hal ini pun sangat dekat dengan kehidupan kita. Kita ingin agar Allah menjadi pusat hidup kita, kita ingin agar kehendak-Nya yang terlaksana dan bukan kehendak kita sendiri dan kita juga membutuhkan perdamaian dengan semua orang melalui pengampunan.

    Kalau kita mendekatkan pengalaman doa itu dengan hidup kita, doa ibarat makanan yang kita butuhkan setiap hari. Dalam hal ini penting kita pahami bahwa doa bukanlah kewajiban melainkan kebutuhan bagi jiwa kita. Ketika tubuh kita lapar dan kita biarkan saja, maka tubuh kita pun akan lemas dan berakibat juga pada penderitaan sakit, begitu juga ketika doa hilang dari hidup rohani kita, bagaimanakah nasib jiwa kita? Jiwa kita membutuhkan makanan rohani, baik melalui doa maupun melalui Ekaristi.

    Terkadang doa juga menjadi pergulatan tersendiri bagi kita Ada kalanya kita menuntut permohonan itu segera dan segera terkabul. Bagaimana upaya kita untuk itu? Juga yang sering terjadi dalam hidup kita apa yang kita mohon tak sesuai dengan harapan kita. Namun perlu kita lihat lagi, kehendak Allah yang harus ada di atas segala permohonan kita. Menjai permenungan dan ajakan bagi kita, sudahkah saya memandang hidup doa sebagai kebutuhan dalam setiap langkah dan peristiwa hidup saya? Apakah doa sudah menjadi "makanan" bagi jiwa kita? Dan apakah saya sudah menawali hari ini dengan doa? Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon