24 June 2015

Renungan Hari Minggu 28 Juni 2015

Renungan Hari Minggu 28 Juni 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Minggu 28 Juni 2015


Membawa Yesus


    Pernahkah anda mengalami mukjizat? Saya yakin anda pernah mengalaminya. Ketika suatu persoalan menghampiri anda dan merasa tidak ada lagi harapan untuk keluar dari persoalan yang sedang dihadapi. Sehingga merasa putus harapan, sedih dan mungkin ingin rasanya mengakhiri persoalan itu dengan cara yang tidak benar dan tidak baik; mabuk-mabukan, mengkomsumsi narkoba, dan mungkin juga bunuh diri. Tetapi pernahkah dalam situasi yang sedemikian sulit kita pergi kepada Yesus. Datang kepada Yesus, memohon kepada Yesus, menyerahkan segala persoalan yang sedang dihadapi kepada-Nya dan membiarkan-Nya berkarya dalam hidup kita. Berdoa kepada-Nya supaya keluar dari persoalan yang terasa begitu berat.

    Injil hari ini sangatlah menarik untuk direnungkan. Isinya sangatlah dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam Injil dikisahkan bahwa seorang wanita dan seorang ayah yang datang kepada Yesus untuk kesembuhan dirinya dan juga anaknya. Mereka sudah tidak punya harapan sama sekali. Dalam ketakutan dan keputusasaan mereka datang kepada Yesus dan menaruh harapan yang besar. Akhirnya apa yang mereka harapkan terpenuhi karena mereka percaya bahwa Yesus punya kuasa untuk menyembuhkan.

    Dalam situasi dimana tidak ada harapan, orang datang kepada Yesus sebagai tempat terakhir untuk berlabuh. Ketika diri sendiri tidak lagi mampu menyelesaikan persoalan barulah datang kepada Yesus. Tetapi pernahkah kita setiap saat datang kepada Yesus, menyertakan Yesus dalam setiap perjalanan hidup kita bukan hanya ketika sudah tidak ada harapan lagi. Saya yakin setiap saat anda menyertakan Yesus dalam setiap langkah hidup anda. Tetapi jika belum mari kita hadirkan, bawa dan sertakan Yesus dalam setiap langkah hidup kita. Amin.


1 komentar so far

Salam kenal, renungan yang meneguhkan iman. tetap semangat untuk berbagi kisah.

mampir ke blog saya http://kajiankasih.com

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon