04 June 2015

Renungan Hari Senin 8 Juni 2015

Renungan Hari Senin 8 Juni 2015. Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Senin 8 Juni 2015


Bahagia karena Iman


    Saudara-saudari terkasih, semua orang yang hidup pasti ingin hidup bahagia. Masing-masing pribadi mempunyai arti sendiri mengenai kebahagiaan. Sebagai pribadi yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi (kuliah), saya merasa bahagia apabila mendapat nilai A ketika ujian Kitab Suci. Saya yakin bahwa masing-masing dari kita mempunyai arti sendiri mengenai kebahagiaan. Kebahagiaan yang kita terima itu hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk bersyukur kepada Tuhan.

    Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan Injil hari ini Yesus mengajarkan mengenai kebahagiaan. Sabda bahagia ini merupakan rangkaian khotbah yang dilakukan oleh Yesus di bukit. Salah satu orang yang disoroti oleh Yesus adalah orang yang miskin di hadapan Allah (Mat 5:3). Mengapa orang miskin bahagia? Orang miskin dapat bahagia karena kondisinya menuntut kepercayaan total kepada Allah, Sang Sumber Kebahagiaan. Kebahagiaan yang dimaksudkan Yesus merupakan kebahagiaan di masa yang akan datang dan juga kebahagiaan yang dapat dialami pada masa kini. Cara untuk mengalami kebahagiaan itu adalah dengan menghayati nilai-nilai Kerajaan Surga pada saat ini dalam hidup sehari-hari.

    Saudara-saudari terkasih, sebagai orang beriman marilah kita senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas kebahagiaan yang kita terima dari-Nya dan membagikan kebahagiaan itu kepada orang lain. Hal ini dapat kita lakukan dengan bersyukur atas anugerah yang kita terima dari Tuhan. Misalnya, kesehatan, pekerjaan yang mapan, jabatan yang kita milki, dan anugerah-anugerah lainnya. Kebahagiaan penuh dapat kita alami apabila kita dapat bersatu dengan Allah pada masa kini dan yang akan datang. Beranikah kita menjadi penyalur kebahagiaan kepada orang lain?


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon