27 July 2015

Renungan Hari Jumat 31 Juli 2015

Renungan Hari Jumat 31 Juli 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Jumat 31 Juli 2015


Ad Maiorem Dei Gloriam


    Kita pasti sudah biasa dengan pembagian waktu. Misalnya: setahun itu dua belas bulan, sebulan itu tiga puluh hari, seminggu itu tujuh hari. Dalam kalender, hari Minggu adalah hari yang pertama dalam pekan; dan oleh karena itu hari sabtu (Sabath) adalah hari ketujuh. Hari Minggu dikhususkan sebagai hari libur (tanggal merah), hari Tuhan bagi orang Kristen (baik Katolik maupun non-Katolik). Dalam kehidupan menggereja juga jkita mengenal tahun liturgi. Di situ ada pembagian masanya juga. Misalnya: masa biasa, adven, natal, prapaskah, paskah. Segala simbol (misalnya warna liturgi) dan bacaan dalam ibadat telah disusun dengan jelas, rinci, dan teratur sesuai masanya. Setiap orang Katolik dapat merayakan ibadat setiap hari dengan bacaan Kitab Suci yang sama, "seragam"

    Pada zaman dahulu kala pun, umat Israel sebenarnya suah biasa dengan pembagian waktu. Ada wktu-waktu bagi mereka untuk bekerj, pun ada waktu khusus juga untuk beribadat (berdoa). Tuhan telah memerintahkan Musa untuk menyampaikan ketetapan dan perintah-Nya kepada bangsa Israel (Im 23:1,4-11,15-16,27,34b-37). Mereka harus mengkhususkan waktu tetentu untuk melakukan pertemuan kudus.Itulah hari raya Pondok Daun (Im 23:34,43,44). Pada hari itu mereka mendengarkan sabda-Nya dan menghunjukkan segala persembahan kepada Allah.

    Maka, kita harus bisa menyisihkan waktu khusus agar dapat mendengarkan sabda Tuhan dan apakehendak-Nya. Dengan itu kita akan selalu dapat memperbaharui semangat dan dapat mengemban tugas penggilan kita masing-masing dengan baik. Itulah suatu perayaan ibadat yang tetap, sementara waktu untuk kerja sebaiknya disesuaikan dengan semuanya itu. Akhirnya, hidup kita merupakan wujud kemuliaan Tuhan (Ad Maiorem Dei Gloriam).


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon