01 July 2015

Renungan Hari Minggu 5 Juli 2015

Renungan Hari Minggu 5 Juli 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Minggu 5 Juli 2015


Jadilah Nabi!


    Saya mengajak para pembaca untuk menarik pesan dari ketiga bacaan hari ini. Bagaimana caranya? Mari kita baca ketiga bacaan hari ini. Apa pesan masing-masing bacaan? Pada bacaan pertama, Yehezkiel berkisah tentang perutusannya. Ia diutus oleh Allah untuk menyampaikan firman-Nya kepada bangsa Israel yang disebut sebagai bangsa yang keras kepala dan tegar hati. Mereka sering mengabaikan suara Allah yang disampaikan oleh para nabi.

    Pada bacaan kedua, Paulus membagi pengalamannya dalam menyampaikan suara (firman) Allah. Paulus sadar bahwa tugas/perutusannya itu bisa menjadikannya sebagai orang yang tinggi hati/orang sombong. Maka, ia diingatkan oleh Allah bahwa dalam kelemahannya, kuasa Allah menjadi sempurna. Pada bacaan Injil, Yesus ditolak oleh bangsa-Nya sendiri karena latar belakang-Nya sebagai anak dari orang-orang biasa, bukan dari orang-orang besar yang layak didengarkan suaranya. Ajaran dan suara Yesus ditolak karena status sosial-Nya.

    Dari ketiga bacaan, pesan apa yang bisa diambil? Sebagai pengikut Kristus, kita mendapat tugas khusus untuk menyuarakan suara Allah. Singkatnya, kita diajak untuk menjadi nabi yang selalu mengajar orang tentang kebaikan dan mengingatkan orang untuk bertobat dari kesalahannya. Bagaimana cara menjadi nabi? Pertama, mulailah menjadi nabi untuk diri sendiri agar orang pun mau mendengarkan kita. Kedua, ingatlah pesan Yehezkiel; tidak semua orang akan mendengarkan suara kita. Ada orang yang menolak bahkan mengancam hidup kita. Ketiga, marilah membersihkan diri dari kesombongan seperti nasihat Paulus. Biarkan kuasa Allah sempurna dalam kelemahan kita. Dengan demikian, kuasa Allah menjadi kekuatan kita. Keempat, lepaskan segala ketakutan ditolak, ketakutan akan 'siapa diri kita?' Ingatlah kita yang dibaptis punya tugas untuk senantiasa menyuarakan suara Allah. Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon