04 July 2015

Renungan Hari Rabu 8 Juli 2015

Renungan Hari Rabu 8 Juli 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Rabu 8 Juli 2015


Warta Sukacita


    Mari sejenak kita membaca Injil Matius 10:5-7, Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah  kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat." Setelah membaca ayat-ayat itu berulangkali, saya mengajukan beberapa pertanyaan berikut: "Bukankah dalam iman dan tradisi Kristen Yesus adalah Sang Penyelamat bagi semua manusia? Bukankah Ia diutus Allah untuk memulihkan relasi dengan manusia yang tercemar karena dosa? Mengapa pada Injil Matius 10:5-7, Yesus mengutus para Rasul-Nya untuk mewartakankabar sukacita hanya kepada bangsa Israel? Seolah-olah, Yesus melarang mereka untuk mewartakan kabar sukacita kepada bangsa lain. Apa maksud Injil Matius 10:5-7?

    Para pembaca yang terkasih, pertama-tama kita harus menyadari batas keberadaan Yesus di dunia ini. Yesus sadar bahwa sebagai Mesias yang dijanjikan Allah, Ia harus memenuhi nubuat para nabi, yaitu mati di salib seperti anak domba yang disembelih di tempat pembantaian. Ia harus mengorbankan Diri-Nya sebagai persembahan bagi Allah. Mengapa? Karena Yesus adalah satu-satunya kurban yang layak dan pantas sebagai pemulihan dosa manusia, bukan dengan mengurbankan hewan seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel. Maka, tidak aneh jika yesus disebut sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia.

    Jika Yesus harus mati di salib berarti Ia juga harus mempersiapkan sebuah komunitas untuk meneruskan tugas pewartaan-Nya itu. Komunitas yang tepat adalah bangsa terpilih, yaitu bangsa Israel. Sebagai langkah awal, Yesus memulihkan relasi dengan Allah yang tercemar akibat ketidaksetiaan mereka. Kesdaran dan keterbukaan mereka memudahkan pembentukan komunitas itu, sehingga sekarang warta sukacita bergema di seluruh dunia.
 

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon