21 July 2015

Renungan Hari Sabtu 25 Juli 2015

Renungan Hari Sabtu 25 Juli 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Sabtu 25 Juli 2015

Setia pada Salib

    Hari ini Gereja mengajak kita untuk memperingati Rasul Yakobus. Ia disebut sebagai Yakobus Tua untuk membedakannya dengan Yakobus Muda yang juga adalah Rasul Yesus. Memang sebutan "tua' sangat cocok dengan Rasul ini karena umurnya yang lebih tua serta bentuk badannya yang besar dan tinggi. Rasul Yakobus adalah kakak dari Rasul Yohanes. Ayah mereka bernama Zebedeus. Mereka berdua disebut sebagai anak-anak Boanerges, yang berarti anak-anak guruh (halilintar). Sehari-hari, ia bekerja sebagai nelayan bersama Yohanes. Karakter khas dari Rasul Yakobus adalah imannya ynag kokoh dan kesetiaanya yang tegus pada Yesus. Ini ketika Yakobus harus dijatuhi hukuman pancung oleh Herodes Agripa I pada tahun 43/44. Dialah Rasul pertama yang menjadi martir.

    Para pembaca yang terksih, Injil hari ini mengisahkan cerita tentang permintaan ibu Yakobus dan Yohanes kepada Yesus agar kelak kedua bersaudara itu boleh duduk di Kerajaan-Nya, satu di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri. Sebenarnya apa yang sungguh diinginkan oleh si ibu itu? Seperti kebanyakan orang Israel yang percaya pada Yesus, si ibu ini belum mengerti inti perutusan (tugas) Yesus di dunia. Mereka berpikir bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang dijanjikan oleh Allah untuk membebaskan mereka dari penjajahan dan akan menghantar mereka pada kemakmuran, melebihi apa yang dirasakan pada zaman Raja Daud. Bagi mereka, Allah menjanjikan Mesias duniawi yang melulu memberi kemakmuran duniawi saja. lalu, apa inti perutusan Yesus? Yesus diutus untuk mewartakan keselamatan kepada seluruh manusia. Dia adalah Mesias yang tidak hanya memberi kemakmuran duniawi. Lebih dari itu, Ia memulihkan relasi manusia dengan Allah yang tercemar akibat dosa. Bagi Yesus, kemakmuran diperoleh bukan dengan "hidup enak" tetapi dengan kesetian pada penderitaan salib. Bagaimana dengan kita?

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon