17 July 2015

Renungan Hari Selasa 21 Juli 2015

Renungan Hari Selasa 21 Juli 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Selasa 21 Juli 2015


Saudara


    Kata "saudara" (juga dapat berlaku dengan  kata saudari) memiliki beberapa pengertian, diantaranya: saudara adalah orang yang seibu seayah atau hanya salah satu dari mereka. Konsekuensinya, adik dan kakak menjadi sapaan khasnya. Pengertian lain dari saudara ialah orang yang bertalian keluarga, mereka dapat disapa sebagai sanak keluarga. Saudara juga dapat dimengerti sebagai orang yang segolongan (seagama, sepaham, bahkan sederajat) Pengertian yang lebih luas lagi, saudara ialah sapaan kepada orang yang diajak berbicara.

    Beberapa pengertian "saudara" di atas memberikan gambaran bahwa penggunaan kata tersebut berfariasi dan digunakan dalam berbagai keadaan atau bahkan budaya. Bagi orang Yahudi, saudara adalah orang yang mempunyai hubungan darah, sebagaimana pengertian pertama di atas. Pemahaman itu oleh Yesus diperluas. Hubungan persaudaraan sebagaimana terjadi dalam keluarga seharusnya juga terjadi bagi setiap orang. Oleh sebab itu, bagi Yesus saudara tidak dibatasi oleh hubungan darah. Pada bacaan Injil hari ini, Yesus tampak mengambil kesempatan untuk menyampaikan hubungan persaudaraan itu. Yesus mengatakan bahwa cakupan persaudaraan sangat luas. Yesus sekaligus memberi syarat bagi persaudaraan dengan-Nya yakni: bagi siapa saja yang melakukan kehendak Bapa dialah saudara, saudari, bahkan ibu-Nya.

    Zaman ini, kita sering mendengar dari para pembicara entah di mimbar atau di podium kata-kata "saudara", sebagai sapaan bagi pendengar. Yang satu lagi menyebut saudara kepada yang mau dan sedang hadir dalam pertemuan; yang lain karena menjadi anggota tim atau kelompok, yang lain lagi karena formalitas supaya dipandang lebih dekat (bagi yang tidak dekat ya bukan saudara). Bagaimana dengan kita, bagaimana kita memperlakukan orang lain? Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon