16 July 2015

Renungan Hari Senin 20 Juli 2015

Renungan Hari Senin 20 Juli 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Senin 20 Juli 2015

Menyeberangi Laut

    Peristiwa menyeberangi Laut Merah merupakan simbol pertobatan. Sama seperti bangsa Israel meninggalkan perbudakan mesir melalui air, kita juga meninggalkan perbudakan dosa melalui air pembaptisan. Baptisan merupakan mukjizat paling hebat atau dalam kaitannya dengan Injil hari ini, baptisn merupakan sebauh tanda yang lebih dari cukup. Baptisan menghubungkan kembali Allah dan manusia yang terpisah karena dosa.

    Rahmat baptisan merupakan awal kita untuk mengarungi hidup yang baru yang terlepas dari perbudakan dosa. Kita sekarang berada di "padang gurun" menuju tanah terjanji yaitu Kerajaan Allah di mana Bapa, Putera, dan Roh Kudus bertakhta. Apa yang harus kita lakukan selama masih dalam "padang gurun" atau dunia ini?

    Orang Israel sempat terjatuh ketika mereka lebih memilih diperbudak di Mesir daripada mengarungi padang gurun menuju tanah terjanji (bdk. Kej 14:14). Seperti orang Israel, kita juga dapat terjatuh dengan lebih memilih diperbudak lagi oleh dosa daripada menjalani hidup dengan baik di dunia agar kelak boleh tinggal bersama Allah. Jika kita lebih memilih diperbudak lagi oleh dosa maka kita tidak akan pernah samapi kepada Allah.

    Saudaraku, kita sudah mempunyai modal yang sangat besar sekarang yaitu kita tidak lagi berada di "tanah" perbudakan dosa karena baptisan yang kita terima. Sekarang pertanyaannya: apakah kita lebih memilih kembali ke "tanah" perbudakan dosa atau terus melangkah yang berarti siap menghadapi sulitnya jalan hidup menuju kepada Allah? Perjuangan kita demi yang baik di dunia ini tidak akan sebanding dengan kebahagiaan kelak di tempat-Nya sebab di tempat-Nya, segala sesuatu amat teramat indah, baik, dan sempurna. Saya sedang berjuang, Anda?
 
Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon