Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

09 August 2015

Renungan Hari Kamis 13 Agustus 2015

Renungan Hari Kamis 13 Agustus 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Kamis 13 Agustus 2015


Pengampunan Suatu Tanda Kasih


    Pengampunan adalah bukti adanya kasih. Dalam kehidupan bersama seringkali terjadi kekeliruan, percekcokan, dan kesalahpahaman. Mengapa hal ini terjadi? Semuanya itu terjadi karena orang sering menganggap tindakannya sendiri paling benar sehingga orang sulit untuk mengampuni, memaafkan, dan bahkan berdamai dengan sesamanya yang lain.

    Seorang gadis namanya Ame. Dia adalah gadis yang rajin, pintar, dan suka bergaul. Di rumahnya hiduplah seorang wanita tua berwajah seram menyerupai monster. Dia adalah ibu Ame. Suatu ketika datanglah teman-teman Ame ke rumah. Sang ibu menyuguhkan minuman lalu masuk ke kamarnya. Teman Ame bertanya, "Siapa itu?" "Oh itu pembantuku", jawab Ame. Ketika mendengar jawaban Ame sang ibu langsung bersedih hati. Kesedihan itu rupanya membuat ibu Ame jatuh sakit. Si Ame binggung, ia membuka laci lemari ibunya hendak mencari obat. Di laci itu Ame hanya menemukan selembar foto wanita cantik dan selembar koran lusuh. Di koran tersebut diberitakan mengenai jiwa kepahlawanan seorang ibu yang menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran, ibu itu menerobos kobaran api sehingga wajahnya mengalami luka bakar. Ame yang sudah dewasa tahu siapa wanita itu. Dia adalah ibunya. Serentak air mata Ame bercucuran, ia memaluk ibunya seraya meminta pengampunan. Sang ibu yang penuh kasih itu memeluk serta memaafkan perbuatan anaknya tersebut.

    Saudara-saudari yang terkasih pengampunan adalah tanda kasih. Pengampunan itu tidak mengenal siapa orangnya, apakah itu orang lain ataupun itu keluarga kita sendiri. Dalam Injil pengampunan harus dilakukan sampai 70 x 7 kali, artinya pengampunan itu tidak mengenal batas. Mengampuni juga tidak boleh setengah-tengah, namun harus dengan hati yang tulus dan ikhlas. Mari kita saling mengampuni satu sama lain terhadap orang-orang yang kita sakiti maupun kepada yang menyakiti kita.

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon