Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

30 August 2015

Renungan Hari Kamis 3 September 2015

Renungan Hari Kamis 3 September 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Kamis 3 September 2015


Dipanggil dari orang-orang Sederhana


    Suatu hari ada seorang teman yang bercrita kepada saya mengenai hidup panggilannya dan berkata demikian, "kawan, saya agak ragu dengan penggilan saya saat ini. Saya sebenarnya ingin sekali menjadi romo, tapi saya kok merasa tidak pantas ya? Saya bukan orang pandai, banyak dosa, dan saya bukan berasal dari keluarga yang baik. secara intelektual, nilai saya sangat pas-pasan. Saya sering berpikir yang jelek tentang orang, kadang juga masih memaki orang. Keluarga saya kacau. Bapak sudah lama pergi entah ke mana, dan ibulah yang menjadi tulang punggung keluarga."

    Waktu itu saya terkejut mendengar cerita dari teman saya itu. Ternyata pergulatan hidupnya berat sekali. Padahal menurut saya, dia adalah salah stu orang yang selalu ceria dalam kesehariannya. Dengan agak bingung saya memberi nasihat kepadanya, "Kawan, kenapa kamu harus bingung dengan itu semua? Kamu dipanggil oleh Tuhan, kan? Tuhan memanggil kamu bukan karena kamu hebat, tapi Tuhan memanggil kamu karena kamu berbeda dengan yang lain. Kamu adalah pemuda yang mau mendengarkan panggilan-Nya. Saat Tuhan memanggil kamu, Dia punya rencana untuk masa depanmu. Asal kamu mau mendengarkan Dia, kamu akan memperoleh kebahagiaan. Tanganmu itu akan menyalurkan berkat-Nya suatu hari nanti."

    Injil hari ini berbicara tentang Yesus yang memanggil para penjala ikan untu menjadi penjala manusia. Penjala ikan atau sering disebut nalayan adalah orang yang hidup dengan perekonomian pas-pasan. Pada zaman Yesus pun, nelayan bukanlah orang yang terdidik dan kaya. Mereka adalah orang biasa yang dipanggil oleh Tuhan untuk mewartakan sabda-Nya.

    Kita juga dipanggil oleh Tuhan untuk mewartakan sabda-Nya. Kita orang pandai atau orang biasa, kita semua dipanggil oleh-Nya. Kita diajak untuk menghidupi panggilan Allah itu lewat hidup kita, baik sebagai kaum religius maupun kaum awam.

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon