12 August 2015

Renungan Hari Minggu 16 Agustus 2015

Renungan Hari Minggu 16 Agustus 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Minggu 16 Agustus 2015


Meniru Bunda Maria


Dalam lakon Dewa Ruci, Bima menerima nasihat demikian: "Anakku, kamu dapat tahu sesuatu dengan jalan bertanya atau dengan meniru."

    Saudara yang terkasih, hari ini kita bersama seluruh Gereja merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Terangkatnya Maria ke surga merupakan sebuah keikutsertaan yang istimewa dalam kebangkitan Yesus Kristus. Terangkatnya Maria ke surga menjadi sebuah model dan pembertahuan (wahyu) Allah kepada orang beriman bahwa kelak kita pun akan dibangkitkan-Nya (Katekimus gereja Katolik no.996). Sebelum diangkat ke surga, Bunda Maria sudah menjalani hidup yang berkenan kepada Allah. Maka, kita pun patut menirunya agar kita pun berkenan bagi Allah.

    Apa yang khas dari Bunda Maria? Kerendahan hati dan kerelaannya menerima dan menjalani kehendak Allah. Pujian Maria atau magnificat mewakili ungkapan kerendahan hati dan kerelaannya: "Aku memuliakan Tuhan!" " Semua karena perbuatan besar Allah!" "Yang hina dina diangkat-Nya!" Pujian itu tidak berhenti hanya di mulut, tapi benar-benar dihidupi dan dilaksanakan oleh Bunda kita.

    Lalu bagaimana dengan kita? Menjadi rendah hati dan rela menerima serta melaksanakan apa yang Allah kehendaki itu tidak mudah bahkan lebih sering "menyakitkan". Orang yang senantiasa mengalah biasanya akan semakin ditindas. Mereka yang mau memaafkan akan semakin diperlakukan kasar dan tidak adil. Mereka yang mengikuti apa yang Allah kehendaki dikatakan sok suci, kolot, bodoh, dan sebagainya. Ketika kita merasakan sakitnya menjadi rendah hati dan rela menerima kehendak Allah, apa yang kita lakukan? Menyerah atau tetap teguh seperti Bunda Maria dan akhirnya mendapat ganjaran kebangkitan yang mulia bersama Kristus? Pilihlah yang menyelamatkan jiwa kita.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon