Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

15 August 2015

Renungan Hari Rabu 19 Agustus 2015

Renungan Hari Rabu 19 Agustus 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Rabu 19 Agustus 2015


Memberi Lebih dari Haknya


    Dalam hidup sehari-hari, kita tak jarang menuntut sesuatu sebagai hak yang wajib kita terima setelah kita melaksanakan sesuatu. Mungkin hak itu berupa upah dan lain sebagainya. Namun pepatah Jawa cukup menarik juga untuk direfleksikan yakni "sepi ing pamrih rame ing gawe" Kita tidak banyak menuntut upah, pamrih sebagai hak kita melainkan kita tetap kaya akan karya kita melalui pelayanan sehari-hari. Justru hal yang demikian menjadi tantangan kita. Walaupun ketika kita melakukan sesuatu tak mungkin murni benar-benar tanpa pamrih. Masih ada motivasi semacam itu.

    Saudaraku, Injil hari ini berkisah tentang pekerja kebun anggur dengan upah sedinar sehari sesuai kesepakatan. Injil hari ini mau mengantar kita juga pada pemahaman bahwa keselamatan itu merupakan milik semua orang. Tidak ada keistimewaan orang tertentu karena kekuatan, kekuasaan, kedudukan dan kehebatan berhak untuk memandang rendah sesamanya. Injil hari ini juga berbicara tentang keadilan. Keadilan pun dipandang secara beragam juga dalam kehidupan kita. Tak jarang juga kita memandang keadilan sebagai perlakuan yang sama. Jika dia mendapat ini, saya pun harus mendapat sama dengan dia.

    Injil hari ini menegaskan bahwa, "Aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?" (Mat 20:13). Sebenarnya ketika pekerja memperhatikan dan mendengarkan dengan baik kesepakatan awal tentang sedinar sehari, pastilah tidak menjadi soal mengenai hak yang harus diterima atau diberikan kepadanya. Memang kita dapat jatuh pada kesimpulan bahwa serasa tak adil. Namun kita harus kembali kepada kesepakatan awal.

    Yesus hari ini mengajak kita untuk merenungkan kembali makna keadilan itu. Adil bukan sekedar memberi kepada seseorang apa yang menjadi haknya melainkan cinta kasih yang berarti memberikan kepada pribadi melebihi haknya. Semangat memberi lebih merupakan ajakan Yesus hari ini. Beranikah kita?


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon