22 August 2015

Renungan Hari Rabu 26 Agustus 2015

Renungan Hari Rabu 26 Agustus 2015, Renungan Harian, Santo Katolik
Renungan Hari Rabu 26 Agustus 2015

Kemunafikan

    Yesus tidak suka akan perbuatan munafik yakni perbuatan seolah-olah luarnya tampak suci padahal aslinya penuh dengan kebusukan atau keburukan. Yesus mengecam dengan keras perbuatan semacam itu seperti tindakan yang dilakukan oleh orang-orang Farisi yang telah berpura-pura baik kepada orang lain, padahal di dalam dirinya dipenuhi dengan kemunafikan.

    Suatu kali Mahatma Gandhi ditanya, "Apa hambatan terbesar yang dihadapi oleh orang-orang Kristen di India? "Yang menjadi hambatan terbesar orang-orang Kristen di India adalah sesamanya yang lain" jawab Gandhi. Pernyataan Gandhi tersebut mau menunjuk sikap kemunafikan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen di India. Dia melihat penderitaan dan luka batin yang dialami oleh orang-orang Kristen India, justru dilakukan oleh orang-orang Kristen yang lain. Gereja yang seharusnya melaksanakan perintah untuk mengasihi justru melakukan penindasan. Dikatakan lagi oleh Gandhi, "Ada yang rajin ke gereja pada hari Minggu, tetapi masih suka menipu, memeras, mengambil keuntungan dari rakyat miskin, dan juga melakukan tindakan-tindakan penindasan lainnya."

    Saudara-saudari yang terkasih dalam Injil hari ini, Yesus mengecam orang yang berbuat menufik. Sebab tindakan munafik adalah tindakan yang tidak menunjuk adanya suatu pertobatan. Kemunafikan hanya mengundang adanya hukuman dari Allah atau kemurkaan Allah. Menjadi orang Katolik tidaklah mudah. Kita harus menampilkan diri kita yang sesungguhnya. Misalnya jika kita mau melakukan suatu kebaikan tertentu maka kebaikan itu harus benar-benar lahir dari hati yang paling dalam bukan semata-mata hanya untuk menerima prestige (pujian) belaka. Mari kita belajar dari Injil hari ini untuk tidak menjadi orang yang munafik dalam segala tindakan sebagai pengikut Kristus.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon