Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

18 August 2015

Renungan Hari Sabtu 22 Agustus 2015

Renungan Hari Sabtu 22 Agustus 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Sabtu 22 Agustus 2015


Kata Selaras dengan Tindakan


    Seorang Inang (Indonesia: Ibu) terlihat sedang marah-marah. Dengan gaya khas orang Batak, kurang lebih inang itu berkata demikian: "Godang hatamu, alai saotik do na dibaen" (Banyak yang kamu katakan, tetapi sedikit yang dilakukan). Lantas, dalam hati saya berkata demikian: "Benar kata orang Karo. Kalau jadi orang itu ulah mbue crita (Jangan banyak bicara), tetapi harus talk less do more (Sedikit bicara banyak bertindak)."

    Cerita di atas menggambarkan inti teguran keras Yesus kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Dalam tradisi Yahudi, mereka dikenal sebagai orang yang pandai dalam mengerti Kitab Taurat. Mereka hafal segala peraturan, larangan, perintah, dan ketentuan yang ada dalam Kitab Taurat. Namun sayangnya, mereka hanya sampai pada tahap "mengerti/hafal" saja. Mereka tidak melakukan apapun yang ada dalam Kitab Taurat. Fatalnya, mereka malah menggunakan kepandaian mereka itu sebagai sarana untuk memegahkan diri (tinggi hati/sombong), mencari perhatian atau nama baik dari orang-orang, mencari penghormatan di pasar, dan suka dipanggil sebagai guru yang tahu tentang Kitab Taurat. Apa yang mereka katakan (ajarkan) terlihat manis, benar, dan bijak. Namun, apa yang mereka lakukan jauh dari harapan Kitab Taurat.

    Para pembaca yang terkasih, kita tahu inti ajaran Yesus, yaitu mengasihi Allah dan saling mangasihi satu sama lain. Tetapi patut kita bertanya diri, "Sudahkah saya melakukan cinta kasih? Atau sama seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, saya malah menjadi penghalang bagi orang yang mau menerima belas kasih dari Allah dan sesama? Jika belum, dengarkan teguran Yesus ini: "Memang kamu adalah pengikut-Ku yang setia, rajin ke gereja, tahu tentang inti ajaran-Ku. Tapi untuk mendapat tempat di Kerajaan-Ku, kamu harus mendengarkan apa yang Kukatakan : "Godang hatamu, alai saotik do na dibaen"

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon