Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

06 August 2015

Renungan Hari Senin 10 Agustus 2015

Renungan Hari Senin 10 Agustus 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Senin 10 Agustus 2015


Biji Gandum Harus Mati


    Hari ini Gereja memperingati seorang martir Kritus, yaitu Santo Laurentius. Ia termasuk salah satu dari ketujuh diakon yang bekerja membantu Paus Sixtus II di Roma. Ia mendapat tugas untuk mengurus harta kekayaan Gereja dan membagikan derma kepada fakir miskin di seluruh kota Roma. Ketika Paus Sixtus II ditangkap oleh serdadu-serdadu Romawi, ia bertekad untuk menemaninya. Namun, Paus Sixtus II melarangnya untuk ikut dan malah meramalkan bahwa tiga hari lagi Laurentius akan ikut dalam kemuliaan surgawi bersamanya. Ramalan Paus itu benar terjadi. Tiga hari kemudian Laurentius dipaksa oleh penguasa Roma untuk menyerahkan seluruh harta Gereja. Ia segera membagikan seluruh kekayaan Gereja kepada orang-orang miskin. Kemudian, ia menyerahkan mereka kepada penguasa Roma untuk dipelihara sebaik-baiknya. Menurutnya, merekalah harta Gereja. Melihat perlakuannya itu, penguasa Roma merasa terhina dan memanggang Laurentius hidup-hidup.

    Para pembaca yang terkasih, apa yang dilakukan oleh Laurentius diteguhkan oleh Sabda Yesus hari ini. Laurentius telah menemukan satu kepastian dalam hidupnya sebagai pengikut Kristus: sama seperti gandum, dalam melayani Allah ia harus rela kehilangan nyawanya agar dapat menghasilkan buah yang berlimpahan. Bagi para pengikut Kristus, nyawa bukanlah mutiara berharga yang selalu disimpan baik-baik agar tidak hilang. Namun, nyawa adalah roh yang menggerakkan setiap manusia untuk rela melayani Allah dan sesama. Nyawa tidak memperhitungkan untung-rugi atau hidup-mati dalam pelayanan. Nyawa malah menekan keegoisan manusia yang hanya mau melayani diri sendiri. Nyawa menuntut manusia untuk melayani sesamanya sebagai ungkapan iman akan Kristus. Mari bermenung; Jika nyawa hanya untuk mendatangkan keuntungan bagi diri sendiri, mengapa Yesus harus merelakan Nyawa-Nya bagi banyak orang?


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon